Terkini.id, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun yang mengatakan bahwa dunia akan tertawa melihat BRIN dipimpin oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang lulus S-1 pun tidak.
Politisi PDIP, Ruhut Sitompul lantas memberi sindiran balik yang menohok kepada Refly Harun.
Ia menyindir bahwa dunia akan lebih tertawa melihat Refly Harun, seorang doktor yang beberapa kali menjabat di BUMN, namun gagal terus.
“Hahaha dunia lebih tertawa termehek mehek, setelah beberapa kali menjabat Komisaris Utama di perusahaan BUMN Refly H seorang Doktor tapi gagal terusssssss,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 6 Desember 2021.
“Nggak bisa kerja akhirnya dipecat dan sekarang merengek rengek minta diperhatikan nggak ada malunya,” sambungnya.
- Disebut Anak Ingusan oleh Politisi PDIP, Gibran Rakabuming: Terima Kasih Masukannya
- SBY Turun Gunung, Politisi PDIP: Saya Curiga Edhie Baskoro yang Mau Dicalonkan
- Sikap Puan Maharani Dapat Sorotan, yang Dulunya Nangis Sekarang Ikut Dukung Kenaikan Harga BBM
- Ruhut Sindir Effendi, Nicho Silalahi: Lebih Baik Gagal Jadi Mentri Ketimbang Gagal Jadi Bapak!
- Soroti Kenaikan Harga BBM, Ruhut Sitompul: BBM Itu Pahit Tapi Bisa Jadi Obat!
Sebelumnya, Refly Harun mengomentari soal dilantiknya Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Secara blakblakan, Refly menyinggung pengalaman riset hingga latar belakang pendidikan Presiden ke-5 Indonesia itu.
“Kalangan internasional pasti akan tertawa kalau sewaktu BRIN maju, apalagi kalau tahu Ketua Dewan Pengarahnya datang dari politik,” kata Refly, dilansir Hops, Kamis, 14 Oktober 2021.
“Dia tak punya pengalaman riset sama sekali, bahkan maaf kata juga, lulus S1 pun tidak, walaupun belakangan akhirnya mendapat gelar doktor honoris causa dan profesor,” sambungnya.
Refly Harun menyinggung sebuah adagium bahwa kalau sebuah urusan tidak iserahkan kepada ahlinya, maka kehancuran akan menanti.
Oleh sebab itu, Refly Harun menilai bahwa masuk akal jika banyak orang yang mengkritik kehadiran Megawati di BRIN.
Ia menyinggung bahwa kehadiran Megawati ini menimbulkan kesan bahwa tujuan utama BRIN tak diperhitungkan, yakni memiliki otonomi untuk mengembangkan inovasi dan riset nasional.
Pasalnya, kursi terhormat di BRIN justru diserahkan kepada orang yang tak punya latar belakang keilmuan riset dan teknologi.
Terlebih, Refly menyinggung, negara sendiri merogoh pendanaan besar untuk BRIN sampai akhirnya punya cabang di tiap daerah.
Dengan demikian, menurutnya, kini Megawati memangku dua jabatan penting, baik di Dewan Pengarah BPIP dan BRIN.
“Kalau BPIP okelah itu bisa dianggap mainan politiknya Mega untuk dapatkan sebuah pengakuan dari negara seputar kedudukan tinggi di negara dengan level setingkat menteri atau lebih. Tetapi ternyata itu tidak cukup, diciptakan lah BRIN, yang secara psikologis justru juga di atas menteri,” kata Refly Harun.
“Wakil ketuanya menteri keuangan, lalu menteri bapennas, itu artinya dia bisa lebih berkuasa dari menteri keuangan sekalipun. Makanya wajar kemudian datang kritik bertubi-tubi,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
