Terkini.id, Jakarta – Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengungkapkan bahwa protokol jaga jarak atau physical distancingdapat menurunkan risiko penularan COVID-19 hingga 85 persen.
Hal itu disampaikan Dokter Reisa sebagaimana hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Lancet.
Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.
“Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen,” kata Dokter Reisa di Jakarta.
Menurut dia, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 paling efektif menurunkantransmission rateatau angka penularan.
- Jubir Jelaskan Alasan Pemakaman Mertua Sandiaga Uno Berlangsung Tertutup
- Dilaporkan ke KPK Soal Bisnis PCR, Jubir: Pak Luhut Tidak Khawatir
- Posisi Jubir Presiden Sedang Lowong, Saling Dorong pun Terjadi antara Fahri Hamzah dan Febri Diansyah
- Ada-Tidaknya Jubir Presiden, PDIP: Paham Akan Suasana Kebatinan Jokowi
- Tujuh Provinsi Ini Nihil Penambahan Kasus Positif Corona Per 26 Juni
Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum. Sebagaimana yang diketahui bahwa virus SARS-CoV-2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur.
Maka dalam hal ini Dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik.
“Virus corona jenis baru penyebab COVID-19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi,” jelasnya.
Selanjutnya kata dia, apabila terpaksa menggunakan transportasi umum, Dokter Reisa juga mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang-barang yang disentuh oleh orang banyak.
“Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan. Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70 persen,” urainya.
Kemudian, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan barang-barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum.
Selain itu, mengkonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, sebab dapat terkontaminasi.
“Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak ama,” jelasnya.
“Hindari makan dan minum, ketika berada di dalam transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi, apalagi kalau menggunakan tangan yang tidak bersih,” tutup Dokter Reisa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
