Terkini.id, China – Italia kini menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat virus corona covid-19.
Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia telah mencapai lebih dari 3.400 orang, melebihi angka kematian di China, tempat virus bermula.
Virus corona sudah membunuh lebih banyak orang di Italia daripada di negara lain mana pun, setelah kematian di sana meningkat hingga 427 kasus dalam sehari.
Jumlah kematian saat ini mencapai 3.405 orang, lebih banyak dari di China, tempat virus itu mulai merenak akhir tahun lalu.
Ada 3.245 kematian yang dilaporkan di Cina, meski banyak pihak mempertanyakan validitas angka itu.
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
- Wujudkan Progran Nasional, Pemkab Jeneponto Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Secara Terintegrasi
- Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
- Oronamin C Gelar Roadshow "NAMI ON MISSION" di Makassar, Sasar 10.000 Anak Muda dengan Kampanye Hidup Sehat
- Tumbuh Fantastis Hingga 44 Persen, BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini
Karantina wilayah atau lockdown yang dimulai pada 12 Maret di Italia telah diperpanjang. Karantina ini mestinya selesai pada akhir pekan depan.
Hampir semua orang Italia diminta tinggal di rumah.
Terlepas dari langkah itu, jumlah kasus baru dan kematian terus meningkat.
Ada 220.000 kasus virus di seluruh dunia dengan lebih dari 9.000 kematian seperti dikutip dari bbc.
China mengonfirmasi bahwa tidak ada kasus lokal baru pada hari Rabu 18 Maret 2020, untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai.
Tetapi China melaporkan ada 34 kasus baru yang dibawa oleh orang-orang yang datang dari luar negeri. Jumlah kematian akibat Covid-19 di Italia melampaui China
Jumlah kasus di China -sebanyak lebih dari 81.000 – masih jauh lebih tinggi daripada di Italia, yang kini memiliki 41.035 kasus terinfeksi.
Banyak kaum lansia
Sebagian besar kasus kematian akibat corona terjadi di wilayah utara Italia.
Sebelumnya, dilaporkan wilayah terparah adalah Lombardy, yang mencatat 319 kematian dalam sehari.
Lockdown telah diberlakukan di Italia selama hampir dua pekan sebagai bagian dari upaya pihak berwenang untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.
Masyarakat telah diminta berada di dalam ruangan, namun jumlah kematian terus bertambah.
“Namun untuk menekan dan mengendalikan epidemi, negara-negara harus mengisolasi, menguji, merawat, dan melacak,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus.
Direktur kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan situasi di Italia mungkin disebabkan jumlah kasus yang “menakjubkan” serta banyaknya kaum lansia di antara populasi negara tersebut.
Sejak pekan lalu, pemerintah Italia memerintahkan semua toko ditutup, kecuali toko bahan pangan dan apotek.
Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua bar, restoran, salon, dan divisi kantor yang tidak bersifat esensial mesti sementara ditutup. Adapun layanan antar makanan bakal diperbolehkan.
Langkah itu dibarengi dengan penutupan sekolah, pusat kebugaran, kolam renang, kelab malam, museum dan resor ski di seantero Italia.
Conte, yang pidatonya disiarkan langsung oleh stasiun televisi, mengatakan kebijakan ini berlaku hingga 25 Maret mendatang.
Menanggapi situasi ini, Kedutaan Besar RI di Roma sudah menyiapkan langkah.
“Dalam briefing pertama [dengan pemerintah Italia] kami sudah meminta agar ada aturan bahwa semua embassy [kedutaan asing], termasuk KBRI, punya akses kepada warga negara [yang terpapar virus],” kata Esti Andayani, dubes RI di Roma, dikutip dari BBC News Indonesia.
“Dan mereka menjanjikan jika ada WNI yang terpapar — [karena] tentunya kami tidak langsung tahu — itu menjadi tugas Kementerian Kesehatan dan institusi emergency civil protection, untuk memberi notifikasi kepada kami,” kata Dubes Esti.
“Kami juga akan mematuhi aturan/protokol yang berlaku, bahwa kami tidak akan membuka identitas [warga yang terpapar virus], di sini aturannya sangat ketat untuk tidak membuka identitas warga yang terpapar Covid-19,” kata Esti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
