Relawan 02 Kumpul Data C1, BPN: Kita Ingin Pastikan Suara Tidak Dimanipulasi

BPN Prabowo-Sandi
Relawan pendukung Prabowo-Sandiaga memberikan data C1 kepada Media Center Prabowo-Sandi. (foto: ist)

Terkini.id, Jakarta – Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengapresiasi langkah masyarakat yang secara mandiri mengumpulkan form C1 plano.

Langkah itu, kata dia, dinilai sebagai bagian dari upaya rakyat untuk menjaga Pemilu 2019 agar belangsung jujur dan adil.

Hal itu disampaikan Ferry saat menerima puluhan ribu foto C1 plano dari anak-anak muda anggota komunitas relawan pendukung Prabowo-Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Terima kasih atas peran sertanya. Terima kasih juga atas semangat untuk menjaga pemilu 2019, sebuah pemilu terumit di dunia. Kami membuka diri atas masukan-masukan dari masyarakat,” kata Ferry lewat keterangan tertulisnya kepada Media, Rabu, 24 April 2019.

Ferry mengatakan tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal pemilu. Tidak hanya berhenti menggunakan hak suaranya pada hari pemungutan suara 17 April, masyarakat secara sadar ingin mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas.

Menarik untuk Anda:

“Pengumpulan C1 adalah bentuk partisipasi yang luar biasa. Emak-emak, anak muda, semuanya ingin memastikan supaya suaranya tidak dibawa lari ataupun dimanipulasi,” ujarnya.

Relawan Prabowo-Sandi pantau website KPU

Salah satu komunitas relawan yang mengumpulkan foto C1 adalah Gerakan Milenial Indonesia (GMI).

Perwakilan GMI, Vinny Nuraini mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua simpul relawan yang bertugas mengumpulkan foto C1 dan memantau situs hitung milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami tidak ingin perolehan suara masyarakat diinput secara salah ke website KPU. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal C1 kemudian memantau situs hitung KPU dan mendokumentasikannya jika ada kesalahan,” ucap Vinny.

Sementara itu, perwakilan komunitas relawan Ruang Sandi Dimas Akbar mengatakan, beberapa waktu belakangan banyak informasi simpang siur terkait hasil hitung cepat dan perhitungan suara KPU.

Karenanya, pihaknya mengumpulkan foto C1 sebagai basis data untuk mengawal perhitungan suara hasil pemilu.

“Kita harus kawal C1 dimana ini akan menjadi sumber data primer dari tangan pertama untuk nanti memverifikasi apakah hasil hitung cepat dan yang ditampilkan oleh website KPU itu benar atau tidak,” kata Dimas.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

BPJS Naik, Pemkot Parepare Tetap Tanggung Warga Tidak Mampu

Ariella Hana Sinjaya Representasi Semua Kalangan di Pilwalkot Makassar 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar