Resensi Buku: Kemana Aku Pergi Setelah Ini

Resensi Buku: Kemana Aku Pergi Setelah Ini

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Semua disajikan dengan bahasa yang sederhana, jernih, dan penuh empati.

Keunggulan utama buku ini terletak pada kejujuran batinnya. Syahruni tidak menempatkan dirinya sebagai figur yang telah menemukan jawaban, apalagi sebagai pemberi nasihat.

Ia hadir sebagai suara yang berjalan bersama pembaca sejajar, tidak menggurui. Kalimat-kalimatnya terasa seperti dialog pelan dengan diri sendiri, seolah pembaca sedang membuka catatan harian yang secara mengejutkan sangat mirip dengan isi hati mereka sendiri.

Alih-alih menyodorkan solusi, buku ini justru merawat keberanian untuk bertanya. Pertanyaan-pertanyaan tentang makna hidup, tentang arah perjalanan, tentang pilihan yang telah dan akan diambil, dibiarkan terbuka.

Pembaca tidak dipaksa untuk segera menemukan jawaban, tetapi diajak berdamai dengan proses pencarian itu sendiri.

Baca Juga

Dalam konteks ini, Kemana Aku Pergi Setelah Ini tidak mengajarkan ketegaran semu, melainkan mengakui bahwa lelah adalah bagian sah dari perjalanan manusia.

Secara tematik, buku ini sangat relevan bagi pembaca dewasa muda hingga dewasa matang terutama mereka yang berada di persimpangan hidup: antara idealisme dan realitas, antara tuntutan sosial dan suara batin, antara keinginan untuk bertahan dan kebutuhan untuk berhenti sejenak.

Buku ini berbicara kepada mereka yang tampak tenang di luar, namun sedang bergulat secara diam-diam di dalam.

Dari sisi pengalaman membaca, buku ini bukan bacaan yang ditujukan untuk ditamatkan dalam sekali duduk.

Ia lebih tepat dibaca perlahan, satu atau dua bagian dalam satu waktu, memberi ruang bagi pembaca untuk merenung dan kembali pada dirinya sendiri.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.