Buku Indonesia Masih Sakit Gratis untuk Caleg, Mau ?

Buku Indonesia Masih Sakit ditulis oleh Aktivis Kesehatan Asri Tadda
Buku Indonesia Masih Sakit ditulis oleh Aktivis Kesehatan Asri Tadda

Terkini.id, Makassar – Catatan Aktivis Kesehatan Asri Tadda yang dibukukan akan dibagikan gratis untuk para Calon Legislatif (Caleg). Buku dengan judul ‘Indonesia Masih Sakit’ ini mengulas persoalan kesehatan sehari-hari masyarakat.

“Syarat untuk Caleg yang mau buku ini mudah. Berjanji mau baca,” kata Asri Tadda kepada Makassar Terkini, Kamis 14 Maret 2019.

Tadda berharap buku yang mengungkap kegelisahan persoalan kesehatan ini bisa menjadi tambahan vitamin bagi para Caleg. Sehingga bisa mengkampanyekan program yang tepat di masalah kesehatan. Atau membuat program yang sesuai ketika terpilih menjadi wakil rakyat.

“Khususnya di bidang kesehatan,” kata Tadda.

Buku Indonesia Masih Sakit mencatat banyak persoalan dan penyebabnya. Salah satunya adalah karena kemiskinan. Gagasan agar orang miskin tidak boleh sakit diungkapkan Tadda dalam buku.

Pendekatan kesehatan harus adil dan merata di seluruh warga Indonesia. Fakta-fakta yang diungkap penulis membuat buku ini menampar pemerintahan yang selalu berganti rezim. Bahwa kasus kesehatan di masyarakat tidak pernah berubah dan tidak pernah selesai.

“Itu-itu saja kasusnya,” kata Tadda.

Persoalan kesehatan pada perempuan

Kelompok perempuan menjadi salah satu isu penting yang diulas Tadda. Perempuan disebut masih bergelut dengan beragam masalah kesehatan. Hingga harus berakhir dengan kematian.

Kesehatan reproduksi menjadi persoalan yang masih menghantui perempuan. Menyumbang banyak kematian ibu melahirkan. Bahkan anak pun ikut.

Negara diminta berperan aktif mencegah semakin banyak korban perempuan. Hukum dan kebijakan harus adil terhadap perempuan.

Penatalaksanaan sengketa medik

Tidak hanya pasien dan masyarakat yang belum mendapatkan hak. Dokter dan tenaga kesehatan dinilai masih rawan akan jeratan hukum.

Penyebabnya adalah belum ada pengaturan pemerintah tentang penatalaksanaan sengketa medik. Ditinjau secara hukum. Hak dokter dan pasien belum jelas diatur.

Buku ini menganjurkan agar dibuat aturan spesifik tentang hak dan kewajiban dokter dan pasien. Dalam sebuah interaksi terapeutik.

“Hak-hak pasien penting,” ujar Tadda dalam bukunya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini