Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah jemaah menyerukan jihad lewat azan. Seruan itu dikumandangkan usai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dipanggil polisi untuk diperiksa terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan.
Video berdurasi 10 menit tersebut beredar luas, Senin 30 November 2020, setelah diunggah kanal YouTube LDTV dan dibagikan ulang pengguna Twitter AntiBuzzeRp.
“Hayya ‘alal jihad.. Panggilan jihad akan segera menggema dari masjid-masjid, Mushola-mushola, pondok-pondok pesantren, majelis-majelis taklim, dan komunitas-komunitas Umay Islam, jika kriminalisasi terhadap IB HRS diteruskan,” cuit AntiBuzzeRp membagikan video tersebut.
Dalam video itu, terlihat sekelompok orang yang mengklaim dirinya sebagai pendukung Habib Rizieq menyisipkan kalimat “Hayya Alal Jihad” saat mengumandangkan azan.
Kalimat seruan itu diduga sebagai bentuk protes terhadap sikap kepolisian yang akan memeriksa Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi saat perhelatan acara di Petamburan.
- Semen Tonasa Raih Penghargaan pada HUT ke-66 Pangkep, Buktikan Kontribusi Nyata bagi Daerah
- Perambahan Hutan di Kawasan PPKH, Gakkum Imbau Laporkan untuk Diproses Hukum
- Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional
- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
Dilihat dari video tersebut, tampak salah seorang jemaah tengah azan dan mengucapkan kalimat ‘Hayya Alal Jihaad’, mengganti bacaan ‘Hayya ‘alash sholah’.
Dalam video itu juga ditayangkan ceramah Rizieq Shihab mengajak pemerintah untuk berdialog dengan pihaknya.
“Sampai hari ini, saya masih mengajak pemerintah apakah itu Presiden Jokowi, apakah itu Ibu Megawati, apakah itu bapak Kapolri, apakah itu bapak Panglima TNI. Kami dari kalangan Habaib dan Ulama setiap saat siap untuk diajak dialog 24 jam, pagi, siang, malam, kami siap. Anda perlu berdialog dengan kami, ayo kita dialog,” ujar Rizieq dalam video tersebut.
Rizieq Shihab dalam video itu juga menegaskan bahwa pihaknya bukanlah pemberontak maupun musuh dari pemerintah dan aparat TNI-Polri.
“Kami bukan pemberontak, kami bukan musuh pemerintah, kami bukan musuh tentara, kami bukan musuh polisi, kami hanya menyuarakan suara rakyat, suara kebenaran, suara keadilan, suara yang selama ini terpendam di jiwa masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya telah mendatangi kediaman Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa kedatangan pihaknya adalah untuk menyerahkan surat pemanggilan terhadap Rizieq.
“Benar, menyampaikan panggilan saja,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 29 November 2020.
Rizieq Shihab dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa 1 Desember 2020, besok.
Rizieq diperiksa terkait kasus dugaan pelangggaran protokol kesehatan saat perhelatan acara maulid nabi dan pernikahan putrinya pada awal November lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
