Rocky Gerung: Laporan Saya Bertumpuk di Polisi, Mereka Sampai Capek

Rocky Gerung: Laporan Saya Bertumpuk di Polisi, Mereka Sampai Capek

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung mengaku sudah banyak pihak yang melaporkan dirinya ke polisi lantaran kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurut Rocky Gerung, dirinya yang merasa bebas berkoar-koar mengkritik pemerintah juga tiap saat tak luput dari ancaman pelaporan ke polisi. Apalagi, saat ia mengkritik partai politik.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat tampil di program Indonesia Lawyers Club (ILC), seperti dilihat pada Minggu 31 Oktober 2021.

“Kultur kita bekerja enggak? Value-nya hidup atau enggak? Saya bebas ngomong di sini tapi tiap saat saya bisa dilaporkan oleh sebuah partai,” ujar Rocky.

Rocky pun menduga, di polisi saat ini pelaporan dirinya sudah bertumpuk. Bahkan, aparat kemungkinan sudah lelah mengurus laporan sejumlah pihak terhadap dirinya itu.

Baca Juga

“Di polisi bertumpuk-tumpuk laporan saya. Polisi sampai capek, udah laporan ke Dewan Pers saja deh, ngapain sih berkali kali Rocky lagi Rocky terus yang dilaporin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung mempersoalkan kultur hukum yang sedikit-dikit lapor dan urusannya ke polisi.

Menurutnya, meski Indonesia adalah negara hukum namun mestinya kultur yang dibangun jangan dikit-dikit seret ke kepolisian.

Kultur seperti itu, menurut Rocky, artinya tidak terbangun percakapan atau pertukaran gagasan antarwarga.

“Di dalam teori, semakin banyak hukum artinya demokrasi nggak jalan. Trade off-nya begitu. Semua negara demokrasi produknya hukumnya menurun, karena apa? Value menghormati orang mendahului punishment. Kalau berselisih dengan tetangga cukup beragumen saja, ngapain keluarkan golok, lalu bilang KUHP,” tuturnya.

Mengutip Hops.id, Rocky Gerung menilai hal itu lantaran tidak adanya penghormatan terhadap kultur hukum sehingga emuanya harus diatur dalam hukum negara.

Padahal, menurut Rocky Gerung, jika dipikir lebih dalam hukum negara itu berpotensi sangat berbahaya karena trade off-nya ada risikonya.

“Jadi harus sewa pengacara, nggak bisa warga itu bercakap-cakap (menyelesaikan sengketa mereka),” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.