Rocky Gerung Tanggapi Kerumunan Jokowi: Dari Awal Kita Tahu Itu Tipuan Kamera!

Rocky Gerung Tanggapi Kerumunan Jokowi: Dari Awal Kita Tahu Itu Tipuan Kamera!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Soal kerumunan warga akibat kedatangan Presiden Jokowi  ke Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara masih menuai perbincangan berbagai pihak.

Kali ini, hal tersebut ditanggapi oleh Pengamat Politik Rocky Gerung melalui kanal Youtobe miliknya.

Dalam unggahan video tersebut, Rocky Gerung menilai dalam setiap kerumunan warga, Presiden Jokowi selalu ada tipuan kamera.

“Jadi memang cuma alasan nya, kan harusnya memang spontanitas. Tapi semua tahu ketika kamera-kamera dibuka, itu spontanitas yang diarahkan,” katanya.

Lanjut “Dari awal kita tahu itu tipuan kamera, jadi seolah-olah ada spontanitas, tapi memang pengerahan sudah ada sejak awal. Jadi ini semacam skenario yang dengan mudah terbaca,” imbuhnya. Dilansir dari Galamedia. Minggu, 6 Februari 2022.

Baca Juga

Rocky bahkan mengatakan, bahwa masyarakat memang sulit diatur, oleh karena itu Jokowi harus mengatur dirinya sendiri.

“Ini logikanya, memang masyarakat sulit untuk diatur, tetapi presiden bisa mengatur diri nya sendiri kan. Dia bisa atur dirinya supaya gak ke situ tuh,” ucapnya.

Menurutnya, semua alasan yang dikeluarkan Istana hanya bertujuan untuk mengelu-elukan Jokowi.

“Jadi semua alasan yang diberikan itu hanya dimaksudkan untuk mengelu-elukan presiden,” jelasnya.

Lanjut “Saya kira, dari Donny, Fadjroel, sampe Heru, mereka semua tahu apa yang diinginkan presiden, yaitu di headline-kan. Supaya di elu-elukan,” tambahnya.

“Jadi mereka sebetulnya dari awal ingin agar supaya presiden di-service, karena presiden ingin dielu-elukan. Oleh karena itu dikumpulkan lah massa, oleh karena itu diatur lah bagaimana caranya bansos itu menimbulkan kerumunan,” tandasnya. 

Sementara itu, soal kerumunan tersebut diinformasikan pula bahwa ,hal ini bukan kali pertama Presiden Jokowi memicu kerumunan warga.

Pada Selasa, 23 Februari 2021 lalu, kerumunan warga juga terjadi saat presiden berkunjung ke Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian. kerumunan warga kembali terjadi saat Presiden Jokowi membagikan sembako di Grogol, Jakarta Barat pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Tak sampai di situ, kerumunan warga lagi-lagi terjadi pada Selasa, 31 Agustus 2021 saat presiden meninjau proses vaksinasi di Cirebon dan meresmikan Bendungan Kuningan, di Jawa Barat.

Atas empat kasus tersebut, pihak istana langsung memberikan klarifkasi untuk menjelaskan kegiatan Jokowi.

Salah satunya datang dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian yang menyebut kerumunan di Maumere merupakan bentuk spontanitas warga.

Selain, Donny, eks Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman juga pernah memberi klarifikasi soal kerumunan warga di Cirebon. Kata Fadjroel, warga berkumpul karena keinginan sendiri dan ingin menyaksikan charisma Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.