“Kolaborasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga transfer pengetahuan antara tenaga medis Indonesia dan Arab Saudi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti betapa kritisnya masalah penyakit jantung di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu di tanah air.
“Angka itu yang dicatat, berkaca saat covid angka sebenarnya bisa 2-3 kali,”ujarnya.
Masih kata, data tragis lainnya, yaitu ada 6.000 balita yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.
- Ketum MUI Kiai Anwar Iskandar Apresiasi Pengukuhan Massal 10.000 Guru Qur'an Wahdah Islamiyah
- Inkubator Arsitek Muda Dorong Alumni Arsitektur JTSP UNM Bangun Praktik Profesional Mandiri
- Investasi pada Talenta Lokal, PT Vale Kembali Buka Beasiswa Komunitas Luwu Timur
- Inovasi Tim Teknik Elektro Unram Bantu Pengawasan Area Bebas Rokok
- Tim URC Resmob Polres Jeneponto Ringkus Terduga Pelaku Curat Di Pangkep
“Kerja sama dengan KSRelief ini bertujuan untuk memperkaya keterampilan dokter Indonesia dalam menangani prosedur yang rumit. Kita harus memperbanyak fasilitas dan kemampuan operasi jantung,”urai Budi.
Sedangkan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah, menegaskan bahwa negaranya berkomitmen mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.
“Para tenaga medis ahli dari Arab Saudi siap melakukan operasi jantung bagi 15–20 pasien setiap periode. Kedutaan Arab Saudi akan terus memfasilitasi program ini agar berjalan lancar,”tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
