Tolak Masjid Eril Pakai Dana Masyarakat, Rudi Kamri: Terlalu Berlebihan

Tolak Masjid Eril Pakai Dana Masyarakat, Rudi Kamri: Terlalu Berlebihan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat media, Rudi Kamri menanggapi penjelasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal pembangunan masjid megah di sekitar makam Eril Mumtadz.

Ridwan Kamil sendiri lewat unggahannya di Instagram telah menjawab tudingan Rudi Kamri yang menyebut ia mengemis dana untuk pembangunan masjid di sekitar makam Eril.

Adapun tudingan Rudi Kamri itu dilontarkannya lewat videonya berjudul “Ridwan Kamil, Ngemis Donasi untuk Pembangunan Masjid Anaknya” yang tayang di YouTube Kanal Anak Bangsa.

Menjawab tudingan tersebut, Ridwan Kamil pun menuliskan 7 poin soal tuduhan mengemis dana demi membangun masjid Al-Mumtadz.

“HAK JAWAB SAYA. Atas tudingan pak @rudikamri bahwa kami mengemis-ngemis dana pembangunan Al Mumtadz,” tulis Ridwan Kamil mengawali pernyataannya.

Baca Juga

Ketujuh poin penjelasan Ridwan Kamil soal tudingan Rudi Kamri itu adalah sebagai berikut:

1. Islamic Center di Cimaung ini sudah berlangsung 3 tahun sebelum Eril wafat, dengan dana pribadi yang dicicil sesuai rejekinya. Jadi bukan baru diniatkan membangun masjid setelah Eril wafat. Makanya sudah beres 1 lantai basement pada saat Eril wafat.

2. Bukan lagi milik pribadi. Sudah berstatus wakaf dari keluarga untuk menjadi pusat dakwah di kawasan Kecamatan Cimaung Kab Bandung. Jadi untuk kepentingan publik bukan properti pribadi lagi.

3. Kebetulan Eril wafat, diinisiasikan namanya menjadi Al Mumtadz.

4. Sejak namanya menjadi Al Mumtadz, ratusan komen/dm masuk yang ingin berdonasi dari skala receh hingga besar untuk masjid ini. Tentulah diterima dengan senang hati. Maka agar tertib administrasi, dibuatkanlah format donasi via kitabisacom agar mudah pertanggungjawabannya.

5. Ada tidak ada sumbangan masyarakat, seperti halnya 3 tahun pertama, maka ikhtiar membangun masjid ini tetap akan diwujudkan oleh ikhtiar2 pribadi sampai kapan pun selesainya.

6. Jika tidak suka, silakan saja, tapi minimal tidak berburuk sangka dengan menyimpulkan hal-hal yang tidak proporsional.

7. Biasakanlah tabayun, bertanya kepada objek bahasan, karena itu adalah adab yang seharusnya.

Menanggapi hak jawab Ridwan Kamil itu, Rudi Kamri pun mengaku hal yang ia sampaikan terkait masjid Eril tersebut hanyalah opini pribadinya.

Ia pun meminta maaf kepada Ridwan Kamil apabila opini pribadinya itu dianggap mengganggu Gubernur Jawa Barat tersebut.

“Mungkin opini saya dianggap terlalu keras, inilah saya. Kalau kekerasan saya dianggap mengganggu seorang Ridwan Kamil saya mohon maaf,” ujar Rudi Kamri lewat videonya di YouTube Kanal Anak Bangsa berjudul ‘Ridwan Kamil Menjawab, Pendukungnya Brutal Menyerang’, seperti dilihat Terkini.id pada Rabu 27 Juli 2022.

Kendati demikian, ia tetap tidak setuju apabila rencana pembangunan masjid Eril itu melibatkan dana dari donasi masyarakat.

“Tapi secara esensi, saya tetap tidak setuju dengan rencana pembangunan masjid yang melibatkan dana masyarakat,” tegasnya.

Rudi Kamri pun mengungkapkan alasannya menolak pembangunan masjid Eril dengan memakai dana masyarakat. Menurutnya, hal itu terlalu berlebihan. Ia pun memberi contoh makam Ir. Soekarno dan Bung Hatta.

“Kenapa saya tidak setuju? Karena menurut saya ini terlalu berlebihan. Sebagai contoh saja, di makam Presiden Soekarno di Blitar, kemudian di makam Bung Hatta di Tanah Kusir Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Menurut Rudi Kamri, berbeda halnya dengan makam Eril yang dibangunkan masjid megah, di makam Bung Karno sama sekali tak dibangun masjid besar. Demikian halnya dengan makam Bung Hatta.

“Di makam Bung Karno yang ada bukan masjid besar, tapi hanya suro kecil. Saya tahu karena saya sering ke sana. Di makam Bung Hatta, tidak ada masjid,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.