Safar KDI: Mundur dari panggung Dangdut, bukan berarti tidak berprestasi

Safar KDI: Mundur dari panggung Dangdut, bukan berarti tidak berprestasi

R
Subhan Riyadi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar-Ngopi disebuah lokasi perumahan Villa Mutiara, tepatnya ditepian Jalan Tol Ir. Sutami Makassar crew terkin.id berjumpa jebolan KDI pertama, Safarudin yang tercatat berasal kota Makassar.

Tentunya warga masyarakat Makassar masih mengingat perjuangannya meniti karir sebagai entertaint layar kaca usai mengikuti kontes dangdut indonesia (KDI) sesi pertama, hingga meraih peringkat ke 3, setelah Siti, Nassar KDI kemudian Syafaruddin.

Disela-sela kesibukannya melayani pelanggan, Syafar mengatakan, Tentunya setelah undur diri dari glamournya dunia artis, bukan berarti tidak bisa berprestasi.

“saya sendiri alhamdulillah sampai sekarang masih tetap eksis juga walaupun untuk walaupun off air, untuk on air mungkin agak jarang karena memang kita lihat kondisi sekarang, memang agak susah karena zaman digital semakin canggih, dan kita tidak bisa menghindari era teknologi ini,” bebernya.

“Sekarang itu orang berpikir bagaimana cara mereka bisa menghasilkan sensasi dari diri sendiri, mungkin karena semakin banyak Vlog-Vlog dan youtube,” terang syafar.

Baca Juga

Dia menyebutkan, zaman sekarang orang beralih ke teknologi, jadi saya sekarang juga lagi membuat produksi seperti itu, kebetulan di rumah saya punya music studio recording, namanya home recording

“Jadi saya buat musik sendiri, bikin lagu sendiri terus rencananya memang mau membuat semacam vlog, mengambil tema lagu lawas, mungkin sedikit tertinggal tapi dari unsur aransemennya kekinian meskipun untuk lagu lagunya mungkin saya lebih pilih lagu-lagu yang jadul,” ungkap Syafaruddin kepada media di lokasi warkopnya dibilangan Villa Mutiara. Rabu 13 November 2019.

Syafaruddin berharap, apa yang ia lakukan ini agar lagu-lagu itu nggak bakalan cepat hilang di telinga para pendengar musik, selain itu ingin memunculkan kembali lagu jadul tersebut dengan aransemen yang lebih sedikit modern gitu

“Dan saya juga berharap kepada teman-teman dan adik-adik tentunya yang ada. Generasi penerus ya terus lah mengembangkan bakatnya walaupun tanpa ajang kontes, itu pun mereka juga bisa kok. Bisa memanfaatkan pesatnya perkembangan teknolog, seperti youtuber,” sebutnya.

Lebih jauh dijelaskan, cara merekam lagu melalui media sosial seperti vlog, youtube, tik tok kaya gitu kan lagu itu bisa viral, yang justru di situlah keunggulan kita

Menurutnya, sebagai artis yang berprestasi itu lebih membanggakan dibanding sensasi, dimana sekarang ini untuk terkenal secara instant itu orang harus membuat sensasi, hal itu sangat bertentangan dengan saya, kebanyakan dibohongin berbau settingan.

“Saya tahu, saya pernah ditawarin kayak gitu, saya nggak mau,” tegasnya.

“Saya mau dikenal orang karena prestasi, bukan sebagai artis sensasional, sebagaimana rekan-rekan se-profesi, saya tahu itu, lantaran lama berkecimpung dalam dunia artis, cuma saya tidak mau mengungkapnya,” imbuh Syafaruddin.

Diakuinya, kenapa saya hidup sederhana seperti sekarang ini, itu karena saya tidak mengejar sensasi kayak gitu, mungkin teman-teman yang lain bisa terkenal lebih cepat mengangkatnya, Iya karena mereka sensasi.

“Saya tidak mau kayak gitu, saya cuma mau muncul di entertainment sebagai artis yang berprestasi, bukan instan penuh sensasi, namun demikian saya berkarya terus, ya kalau masalah rezeki kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya.

Buat teman-teman dari generasi muda yang nantinya akan menjadi regenarasi penyanyi dangdut, apalagi yang dari Makassar. Jangan putus asa untuk terus berkarya dan berprestasi.

Alhamdulillah, meski vakum namun rejeki masih lancar, orang masih biasa ngundang ngundang menyanyi, kita masih banyak yang nyari.

Syafaruddin KDI I menjelaskan kenapa tidak membuat album-album lagu, menurutnya lagi, ada sebenarnya kita sudah 2 tahun memproduksi lagu satu album, di dalamnya ada 10 lagu atau 11 cuma untuk mengedarkan itu kita sudah susah pangsa pasarnya memang beda sekarang. Zaman digital sekarang beda kita copy CD mungkin 1 lempar ke pasar besok sudah ada bajakan kan kasihan juga artisnya.

“Perlindungan hak cipta pun tidak mampu meredam maraknya CD bajakan, sudah keluar biaya banyak tapi bajakan pun marak,” sesalnya.

“Mendingan kita manfaatkan sekarang ini apa yang disebut Digitec atau digital teknologi, seperti memanfaatkan vlog, YouTube gitu selebihnya main ke situ aja, menambahkan manfaatnya teknologi.

Eksistensi dunia dangdut memang terkontaminasi musik-musik bergenre kekinian, setidaknya dengan perpaduan irama dangdut jadul dan modern, hasilnya pasti akan bagus.

Jebolan Kontes Dangdut Indonesia pertama, antara lain Safarudin KDI, ada Siti, Selfie dan Nasar KDI. Dia teman letting yang paling heboh pada eranya, sekarangpun semakin merajai panggung Dangdut Indosiar.

Nassar sampai sekarang ini tetap eksis meramaikan panggung dangdut. “Saya cukup bangga adanya dari teman-teman pedangdut, ditengah gempuran lagu-lagu asing, toh demikian saya selalu berdo’a semoga artis dangdut seangkatan saya ini tetap eksis terus dalam mengembangkan karirnya,” menutup percakapan sembari meracik kopi susu melayani pesanan pelanggan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.