Sama-sama Primata seperti Monyet, Kenapa Manusia Tidak Memiliki Ekor?

Sama-sama Primata seperti Monyet, Kenapa Manusia Tidak Memiliki Ekor?

R
Dias
Redaksi

Tim Redaksi

Hasilnya, tikus dengan mutasi memang mempengaruhi ekor mereka. Temuan ini pun memberi tahu pada ilmuwan bahwa gen lain pada primata juga berperan mengapa manusia kehilang ekor.
 
Kera dan manusia purba sendiri mendapat manfaat dari hilangnya ekor mereka. Peneliti menyebut, jika hilangnya ekor menjadi bagian evolusi dalam peralihan manusia untuk berjalan dengan dua kaki.

Tetapi, bukan berarti primata yang tetap mempertahankan ekornya tak memiliki manfaat. Keberadaan ekor terbukti mampu melakukan berbagai fungsi yang bermanfaat.

“Ekor dapat diperpanjang selama melompat dan membantu mengarahkan tubuh melalui udara dan dalam persiapan untuk mendarat,” jelas Michelle Bezanson, profesor antroplogi di Santa Clara University’s College of Arts and Sciences, California yang tak terlibat dalam studi.

“Ekor juga membantu keseimbangan atau stabilisasi saat bergerak dan dapat menahan tubuh di permukan, saat hewan bergantung dari kaki belakangnya,” imbuhnya.

Ekor primata terkadang juga berfungsi sebagai alat. Misalnya saja capuchin berwajah putih (Cebus capucinus) yang menggunakan ekornya untuk menyedot air di lubang pohon dan kemudian meminum air dari bulunya, seperti spons.

Ekor juga bisa digunakan sebagai bantal, meringkuk di bawah ekor juga akan memberikan kehangatan.

Dengan berbagai fungsi tersebut, mungkinkah manusia merasa kehilangan anggota tubuhnya itu? Dan apakah ada kemungkinan suatu hari nanti manusia akan memiliki ekor lagi.

Namun, menurut Xia, ekor itu tak akan kita dapatkan lagi. Hal itu lantaran manusia sudah kehilangan ekor sekitar 25 juta tahun yang lalu, setelah itu selama jutaan tahun berikutnya pedoman genetik untuk perkembangan ekor dalam garis keturuan manusia kemudian berhenti berfungsi dan semua bagian yang diperlukan untuk mengembangkan ekor telah lama hilang.

Studi dipublikasikan September 2021 di jurnal bioRxiv dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.