Sambangi Industri Rumahan, Sandi: Jika Dolar Naik, Harga Bahan Baku Ikut Menjulang

sandiaga uno
Sandiaga Uno mengunjungi industri rumahan Shuttlecock di Ngajuk Jawa Timur

Terkini.id, Nganjuk – Dauli, pemilik usaha industri rumahan shuttlecock Jangkar Mas, di Desa Sumengko Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019, memberikan dua slop bulu tepok yang didesain khusus bungkus dengan merek Sandiaga Uno.

Dauli mengaku membuat dua slop shuttlecock ini semalaman, untuk membuat kejutan ke calon wakil presiden nomor urut 02 tersebut.

“Saya membuat semalaman  pak, kok dengan merek no 2  Sandiaga Uno. Semoga berkenan pak,” kata Dauli di industri rumahannya di Desa Sumengko.

Sandi membuka satu slop, dan melihat langsung hasil buatan pengrajin ini. “Bagus banget pak. Terima kasih atas kehormatan yang luar biasa ini,” kata Sandi.

Jangkar Mas milik Dauli melibatkan 50 kepala keluarga untuk memproduksi 1.500.000 kok setiap bulan. Hanya sayangnya bahan baku kok untuk olahraga rakyat ini masih bergantung pada impor.

“Spons dan bulu masih didatangkan dari Taiwan. Sehingga jika dolar naik, harga bahan baku ikut menjulang,” ujar Sandi.

“Ini yang akan menjadi fokus ekonomi Prabowo Sandi, menggerakan ekonomi rakyat. Apa yang dilakukan Pak Dauli ini patut diapresiasi, menghidupi masyarakat sekitarnya,” sambungnya.

“Kita akan tingkatkan lagi produksinya, bahan baku lokalnya hingga lebih banyak lagi keluarga yang  terlibat, sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ucap Sandi.

Sandi mencoba membuat kok

Sandi juga sempat mencoba membuat kok dengan memasukkan bulu angsa ke spons.

Menggunakan alat capit, Sandi sampai membuka kacamatanya agar bisa melihat lobang kecil tempat bulu diletakkan.

“Susah ternyata,” kata eks wakil gubermur DKI ini sambil memperlihatkan hasil karyanya, dua bulu angsa di atas spons.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Lagi, Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Terkini.id, Jayapura - Setelah Briptu Hedar, kini anggota TNI ikut gugur setelah menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua.Pratu Sirwandi sebelumnya