Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengomentari soal tudingan kepada partainya yang disebut pro-teroris.
Rachland Nashidik menyinggung bahwa Partai Demokrat disebut pro-teroris karena menolak unlawful killing, meminta bukti tudingan teroris kepada Munarkan, dan menentang politik pro-kekerasan di Papua.
Padahal, menurut Rachland, sikap Partai Demokrat terhadap kasus-kasus tersebut adalah sikap moral politik yang benar, mekipun memang tak didukung banyak orang.
“Demokrat dituding pro-teroris karena tolak unlawful killing pada 6 warga sipil, minta bukti tudingan teroris pada Munarman, dan menentang politik pro kekerasan kembali ke Papua,” kata Rachland melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 2 Mei 2021.
“Itu sikap moral politik yang benar meski mungkin tak populer. Demokrat pro teroris? Kite senyumin aje!” lanjutnya.
- Rayakan HUT ke-24, DPC Partai Demokrat Makassar Gelar Doa Bersama
- Partai Demokrat Solid Dukung Andi Sudirman-Fatmawati di Pilgub Sulsel 2024
- Partai Demokrat Serahkan Rekomendasi ke Pasangan Erna Rasyid-Rahmat Sjamsu untuk Pilwalkot Parepare 2024
- Hadapi Pilkada Serentak 2024, Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi
- Partai Demokrat Beri Sinyal Kuat Dukung Andi Kartini Ottong pada Pilkada Sinjai 2024
Sebelumnya, ada beberapa pihak, baik politikus maupun netizen yang mempertanyakan sikap Partai Demokrat terkait terorisme.
Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi mempertanyakan sikap Partai Demokrat soal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang telah ditetapkan sebagai teroris.
“Pak Susilo Bambang Yudhoyono dan Pak Agus Harimurti Yudhoyono, jadi Partai Demokrat mendukung KKB Papua yang telah membunuh aparat dan rakyat Indonesia ya? Kalau iya, ya gak apa-apa namanya juga pilihan. Yang penting jelas, jangan abu-abu, itu banci namanya. Kita bisa berhadap-hadapan. Gue bela NKRI kalian bela KKB Papua,” kata Teddy pada Jumat, 30 April 2021.
Teddy Gusnaidi membagikan cuitannya itu dengan dua tangkapan layar artikel yang membahas repons Andi Arief dan Rachland Nashidik terhadap penetapan KKB Papua sebagai teroris.
“Saya kecewa dengan Prof Mahfud soal label teroris di Papua. Saya tidak mengira memilih jalan ini, ternyata dugaan banyak oramg selama ini benar, masuk kategori kelompok sumbu pendek,” kata Andi Arief, Ketua Bappilu Partai Demokrat pada Kamis, 29 April 2021.
“Tak bakal mudah melabeli kelompok resistan Papua sebagai teroris. Masalah Papua bukan baru, sudah lama ada dalam agenda PBB, dan bertahun tahun disuarakan oleh banyak negara. Justru yang disorot adalah praktek kekerasan negara terhadap warga Papua,” kata Rachland.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
