Saran Epidemiolog Agar Kasus Covid-19 di Makassar Tak Naik Lagi

Saran Epidemiolog Agar Kasus Covid-19 di Makassar Tak Naik Lagi

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ahli Epidemiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ridwan Amiruddin menyarankan masyarakat agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dia khawatir prokes yang lemah menyebabkan kasus Covid-19 naik kembali.

Kendati, kata dia, kasus Covid-19 dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 bisa saja terjadi begitu saja, seperti yang dilaporkan oleh negara-negara tetangga.

“Itu bisa saja terjadi (peningkatan kasus Covid-19 bila prokes lemah) hanya beberapa syarat yang harus dipenuhi,” kata dia, Senin, 1 November 2021.

Akademisi Unhas ini mengingatkan kemungkinan adanya varian baru yang lebih ganas dari varian Delta. Hal ini berpotensi membentuk klaster baru bila masyarakat abai protokol kesehatan.

“Kepatuhan protokol kesehatan dan penyuntikan vaksin menjadi hal yang perlu menjadi atensi bersama,” tuturnya.

Ridwan pun menyoroti pelonggaran aktivitas sosial yang cenderung membuat prokes semakin diabaikan. Hal ini tidak terlepas dari semakin kecilnya kasus Covid-19 di Makassar.

“Kalau melihat trennya termasuk cakupan vaksinnya, bisa saja ke PPKM level 1,” ujarnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengklaim Makassar nol kasus dalam pengendalian pandemi Covid-19. Kendati begitu, ia mengingatkan disiplin protokol kesehatan tak boleh kendor.

Pasalnya, ada potensi ancaman varian Covid-19 jenis baru.

“Walaupun sekarang nol kasus, tidak boleh kita lengah karena Covid-19 punya varian-varian baru. Jadi tidak boleh lengah terhadap prokes, vaksinasi tetap dituntaskan,” kata Danny Pomanto.

Ia mengaku, pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Berdasarkan data situasi dan perkembangan pengendalian dan penanganan Covid-19 di Sulsel,  Makassar telah masuk zona hijau dengan perkembangan kasus Covid-19 per 31 Oktober 2021 dengan 0 kasus.

Sementara beberapa hari sebelumnya, tanggal 25 (4 kasus), 26 (9 kasus), 27 (5 kasus), 28 (8 kasus), 29 (3 kasus) dan 30 (4 kasus).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.