Terkini.id, Makassar — Satuan Polisi Pamong Praja Sulsel kembali melakukan aksi penertiban milik aset Pemprov Sulsel berupa 7 rumah dinas (Rumdis) dengan pengguna aset Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulsel, Rabu 17 November 2021 di Makassar tepatnya di Jl Tanggul Patompo.
Ikhwal Rumah Dinas tersebut ditertibkan karena sudah bukan peruntukannya lagi yang menempati. Mereka yang menempati adalah pensiunan dan bahkan ada yang sudah menempati adalah anak dari yang bertanda tangan sebagai pengguna.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Sulsel Sultan Rakib saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.
“Sudah kuta tertibkan tadi. Sebanyak 1 pleton saja kami kerahkan untuk melakukan penyegelan dan pengamanan barang-barang di rumdis tersebut. Alhamdulillah berjalan normal,” ujar Sultan Rakib.
Sebenarnya, penertiban ini sudah lama ingin dilakukan Satpol PP karena memang sudah berkali kali pihak DKP menindak lanjuti hasil temuan Inspektorat Sulsel dan BPK, tapi tidak pernah digubris oleh pengguna atau yang menwmpati rumah tersebut.
- Dirjen Adwil Kemendagri Apresiasi Pengamanan Natal di Sulsel
- Satpol PP Sulsel Raih Penghargaan Sebagai OPD Paling Tertib Arsip
- Viral, Satpol PP Pemprov Sulsel Keroyok Peserta Turnamen Bulutangkis
- Pj Sekprov Buka Forum Rencana Strategis Satpol PP Sulsel
- Dianggap Tidak Kooperatif, Satpol PP Tertibkan PKL di Stadion Barombong
“Kita sudah lama mau menertibkan, cuma kan ada SOP (Standard Operations Procedure) yang dimiliki Satpol untuk bertindak. Kami layangkan Surat peringan 1, 2, dan 3. Setelah peringatan ketiga tidak digubris maka kami turun melakukan penertiban,” beber Sultan.
Sultan yang juga mantan Sekretaris Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap ini menambahkan, di lapangan tak ada perlawanan yang berarti. Karena saat teguran ketiga dilayangkan mereka sebenarnya sudah memperaiapkan diri untuk pindah.
Dari 7 rumdis tersebut, ada dua rumdis yang ditolerir masih menempati hingga dua pekan ke depan karena faktor kemanusiaan. “Karena faktor kemanusiaan saja. Sudah mereka juga tandatangani akan keluar setelah dua pekan. Mekera ditolerir karena rumahnya sedang dirampungkan untuk ditempati. Sekali lagi ini hanya faktor kemanusiaan saja,” ujar Sultan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
