Terkini.id, Makassar – Kabar duka disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar di awal tahun 2021 ini. Pasalnya, mereka kembali harus kehilangan salah satu dokter terbaiknya yang gugur sebagai pahlwan kemanusiaan COVID-19.
Kabar duka tersebut disampaikan Ketua IDI Kota Makassar, DR dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH, Rabu 6 Januari 2021.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah senior, guru dan rekan sejawat kami Prof dr. NurAeny Malawat, SpKJ, di RS WS. Semoga Allah ampuni dosa-dosa beliau, diterima amal beliau, dan menempatkan beliau disisi-Nya. Amiin,” ujar dr Siswanto.
Sebelumnya, jelang akhir tahun ada tiga dokter di Makassar yang meninggal dunia. Dengan demikian sejak pandemi COVID-19 ini, total sudah ada sepuluh dokter di Makassar yang gugur berjuang di garda terdepan melawan virus Corona.
“Keluarga besar IDI Kota Makassar kembali berduka, tiga dokter anggota IDI Makassar meninggal sebagai pahlawan kemanusiaan COVID-19, yakni Dr Leonard Hasudungan , Dr Robert Vincentius Philips dan Dr Nasriyadi Nasir Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusian COVID-19,” sebut Siswanto.
- Siswa SMP Islam Ranu Harapan Raih Prestasi Nasional, Juara di Patriot Indonesia Taekwondo Championship
- Ribuan Warga Padati Karebosi, Munafri-Aliyah Serukan Kepedulian Sosial di Hari Kurban
- Menteri Hukum RI Sebut UMI Siap Jadi Pusat Pendidikan Kenotariatan Indonesia Timur
- Pimpinan DPRD Sulsel Jamu Kajati Sila Pulungan
- Aktivitas Bongkar Muat Pasar Kubis Kini Dipusatkan di Terminal Malengkeri
Dengan makin banyaknya dokter yang gugur, kata dr Siswanto, harusnya makin menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi COVID-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat Klaster Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Klaster Liburan akhir tahun dari awal penyebaran virus corona.
“Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali. Dengan mematuhi 3M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju COVID-19,” terangnya.
Apalagi, lanjut Siswanto, saat ini tingkat penularan COVID-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.
“Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular,” tambahnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa penularan varian baru virus corona B117 ini bisa mencapai 70 persen dan lebih berbahaya.
“Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah,” sebutnya.
Dokter Siswanto menjelaskan, tingginya penularan COVID-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen.
“Data harian positivity rate Indonesia ini sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen,” ungkapnya.
“Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan dampak dari klaster Pilkada 2020,” sambungnya.
Menurutnya, sejak September 2020 lalu IDI Makassar sudah mengingatkan masyarakat akan bahaya terkait hal itu.
“Terbukti saat ini kenaikan melonjak tajam selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya dimana sejak memasuki 2021, Sulawesi Selatan hari demi hari terus cetak rekor diantara rekor yang tertular virus COVID-19 per 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari berjumlah 590 kasus, 3 Januari dengan 595 kasus, 4 Januari sebanyak 510 kasus , 5 Januari 639 kasus dan 6 Januari 463 kasus dimana Makassar sebagai pusat episentrumnya,” kata dr Siswanto.
“Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif COVID-19 menurun,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
