Terkini.id, Makassar – Sebanyak 175 unit kamera pengintai Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang untuk memantau situasi Kota Makassar, 10 persen di antaranya tak berfungsi dengan baik.
“Benar ada beberapa CCTV kita rusak,” ujar Kepala UPTD War Room Kota Makassar, Yamlikh Azikin, Kamis, 20 Agustus 2020.
Salah satu lokasi CCTV yang rusak berada di Jalan Nuri. Azikin menilai kondisi kerusakaan alat tersebut tak bisa dihindari lantaran sudah lama.
“Pengadaan alat yang rusak itu 5 tahun lalu,” kata dia.
Yamlikh menjelaskan spesifikasi teknis kamera CCTV yang telah terpasang memiliki kualitas gambar sangat bagus. Gambar tidak akan pecah meski diperbesar (zoom) sampai 100 meter.
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
- Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Wilayah Sulsel
- Laba Tumbuh 32 Persen, PT Vale Lanjutkan Transformasi sebagai Perusahaan Mineral Berkelanjutan
- Komisi IX DPR RI Himpun Masukan RUU Ketenagakerjaan di Sulteng, BPJS Tekankan Perlindungan Pekerja
“Daya jangkaunya, yang paling kecil itu bisa zoom sampai 100 meter dan bisa melihat plat kendaraan,” ungkapnya.
Namun, jika sudah dalam bentuk rekaman kualitasnya akan menurun. Akan terhapus jika lebih dari satu pekan. Hal itu mengingat keterbatasan memori yang ada.
“Merekam 24 jam dan menyimpan sampai 7 hari hari. Namun hasil rekaman berbeda dengan yang live. Jadi kalau rekaman pasti pecah, tapi kalau lagi live tidak,” jelasnya.
Sebelumnya, Ade Yudha, keluarga korban tabrak lari di Jalan Dato Museng mengeluhkan kualitas CCTV di Makassar.
“Kualitas CCTV milik pemerintah kota jika diperbesar akan pecah. Kamera milik rumah makan jauh lebih baik,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
