Terkini.id, Makassar – Pemernitah Kota Makassar belum berencana melakukan pemeriksaan tes usap di kecamatan zona merah. Saat ini, pemeritah berfokus melakukan pelacakan di kawasan perkantoran.
Sebelumnya, Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar telah merilis distribusi kasus berdasarkan pekerjaan pada bulan Agustus dan September.
Hasilnya, kawasan swasta menjadi tempat penularan paling tinggi dengan angka 210 kasus pada bulan Oktober, dan 137 pada bulan September.
“Swab empat kecamatan belum ada perencanaan. Kita masih jalan dulu menelusuri pada yang prioritas, misalnya ada kantor yang ada positif kita fokus dulu di tempat seperti itu,” Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, Kamis, 15 Oktober 2020.
Menurut Naisyah, saat ini, pihaknya berfokus pada percepatan penanganan Covid-19. Ia menyebut, beberapa hari terakhir sudah 2 kali melakukan pelacakan di kantor Bappeda lantaran ada anggotanya yang dinyatakan terpapar Covid-19.
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Dokter Dewi Setiawati: Orang Tua Harus Jadi Tempat Pulang Anak, Bukan Sekadar Pengirim Uang
- Toyota Kuasai 36 Persen Pasar Otomotif Sulawesi hingga April 2026
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
“Beberapa hari ini. Misalnya kemarin sudah dua kali di Pemkot karena ada yang di Bappeda yang positif, nah kita fokus dulu yang jelas jelas ada yang kontak positif di situ,” bebernya.
Sebelumnya, Ketua Tim Konsultan Epidemiologi, Ansariadi menyarankan tes swab massal kembali dilakukan di kecamatan potensi zona merah, setelah tes tahap pertama minim partisipasi dari masyarakat.
“Kita liat ada beberapa kecamatan yang memang itu ditemukan kasus positif banyak, tapi yang ikut tes swab itu sedikit,” ucap Ansariadi.
Empat Kecamatan berdasarkan data pemeriksaan tersebut yakni Rappocini, Biringkanayya, Tallo, dan Mamajang.
Ansariadi menilai masih banyak warga yang belum terlacak secara maksimal. Hal itu terlihat minimnya capaian target yang telah dialokasikan pemeritah kota di setiap Kecamatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
