Terkini.id, Jakarta – Sebelum diciduk oleh Densus 88, sosok Ustaz Farid Okbah rupanya pernah bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan menyampaikan nasihat untuk orang nomor satu di Indonesia itu.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) tersebut ditangkap pada Selasa kemarin, 16 November 2021, di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Ustaz Farid Okbah sendiri diketahui adalah seorang tokoh yang mendirikan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).
Pria kelahiran Bangil, Jawa Timur, itu pun beberapa kali tampak menuliskan aktivitas sehari-hari melalui akun Instagram pribadinya, @faridokbah_official.
Salah satunya, ia rupanya pernah membagikan momen kala dirinya menemui Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
- Kacau! Pengacara Ustaz Farid Provokasi Perpecahan Umat, Ferdinand: Harus Disanksi Etik dan Pidana
- Astaga, Terkuak! BNPT Kuliti Sosok Ustaz Farid, Pernah ke Afganistan dan Berperan Penting di Al-Qaeda, Ini Jabatannya
- Tak Rida Ustaz Farid Ditangkap, Kerabat: Ulama Kita Diperlakukan Seperti Penjahat! Apa Teroris Diundang Presiden?
- Ingatkan Densus 88 soal Ustaz Farid dkk, MS Kaban: Mereka Ditangkap dalam Keadaan Sehat, Pulang Jadi Mayat Jangan Berulang
- Ustaz Farid Ditangkap, Kerabat Klaim Sosoknya Bukanlah Radikal: Jangan Sampai Timbulkan Sakit Hati Umat Islam!
Ustaz Farid mengabadikan momentum tersebut dan mengunggahnya ke Instagram pada pada 29 Juni 2020 lalu.
Dalam foto, Ustaz Farid terlihat mengenakan jas hijau muda. Ia berdiri di sisi kanan Presiden Jokowi yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
“Bertemu presiden,” tulisnya, sebagaimana dilihat terkini.id pada Rabu, 17 November 2021, via Instagram.
Kemudian, melansir JPNN, Ustaz Farid mengklaim dirinya membahas berbagai hal dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, salah satunya meminta agar RUU HIP dicabut.
“Setelah itu kami minta untuk membangun pasar-pasar syariat,” sambungnya.
Ia juga mengklaim memberikan lima nasihat ketika menemui Presiden Jokowi. Pertama, yaitu menegakan salat dan kebenaran.
Kedua, menegakan keadilan. Berikutnya, memilih orang yang tepat. Selanjutnya, membasmi korupsi, dan terakhir pemerataan ekonomi agar tidak terjadi kesenjangan.
“Semoga nasihat-nasihat ini dijalankan,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
