Terkini.id, Jakarta – Penangkapan Ustaz Farid Okbah dan dua pemuka agama lainnya rupanya menimbulkan pro dan kontra.
Seperti diketahui, mereka diciduk oleh Densus 88 belum lama ini terkait dugaan keterlibatan dalam terorisme.
Nah, menanggapi hal itu, pihak kerabat dari yang bersangkutan buka suara dan mengatakan mereka tak rida lantaran ulama diperlakukan seperti penjahat.
Itu karena menurut mereka,penangkapan yang dilakukan Densus 88 tidaklah berdasarkan pada alasan yang jelas.
“Kita semua tidak rida ulama kita diperlakukan seperti penjahat!” ujar salah seorang perwakilan keluarga Ustaz Farid Okbah, seperti dikutip terkini.id dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Realita TV via Kabarbesuki pada Kamis, 18 November 2021.
- Kacau! Pengacara Ustaz Farid Provokasi Perpecahan Umat, Ferdinand: Harus Disanksi Etik dan Pidana
- Astaga, Terkuak! BNPT Kuliti Sosok Ustaz Farid, Pernah ke Afganistan dan Berperan Penting di Al-Qaeda, Ini Jabatannya
- Ingatkan Densus 88 soal Ustaz Farid dkk, MS Kaban: Mereka Ditangkap dalam Keadaan Sehat, Pulang Jadi Mayat Jangan Berulang
- Sebelum Diciduk Densus 88, Ustaz Farid Nasihati Presiden Jokowi, Salah Satunya Tegakkan Keadilan
- Ustaz Farid Ditangkap, Kerabat Klaim Sosoknya Bukanlah Radikal: Jangan Sampai Timbulkan Sakit Hati Umat Islam!
Melalui pengacara, Imam Safrudin, pihak keluarga juga mengaku prihatin atas ditangkapnya Ustaz Farid Okbah bersama dua ulama lainnya.
Selaku pengacara, Imam Safrudin mengatakan dirinya terkejut saat mendengar kabar bahwa Ustaz Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 atas kasus terorisme.
Pasalnya, menurutnya, Imam Ustaz Farid Okbah adalah sosok ulama yang hanya mementingkan dakwah dan tak radikal.
“Beliau hidupnya hanya dakwah, suatu hari Zain An-Najah, Anung Al Hamat, ketiga-tiganya itu hidupnya setiap detik setiap menit itu hanya dakwah, menyampaikan ilmu kepada umat!”
Imam Safrudin pun mengatakan bahwa penangkapan Ustaz Farid Okbah dan dua orang ulama lainnya justru bisa menimbulkan rasa sakit hati kepada umat Islam.
“Beliau mendirikan partai, berarti beliau adalah seorang yang taat hukum, beliau cinta kepada Indonesia, beliau menginginkan adanya perubahan,” sambung Imam.
“Apakah seperti inikah dianggap teroris, apakah teroris diundang Presiden? Naudzubillah minzalik,” tandasnya, mengungkit pertemuan Ustaz Farid dan Presiden Jokowi setahun silam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
