Terkini.id, Pagar Alam – Kecelakaan nahas terjadi di Likung Lematang, Kecamatan Dempo Selatan, Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Mobil bus terjun ke jurang dan menewaskan 35 orang penumpang bersama sopir pada Selasa 24 Desember lalu.
Dari kecelakaan tersebut, ada keanehan yang dirasakan keluarga sopir bus yang ikut tewas, yakni Ferri Afrizal (35).
Sopir bus Sriwijaya tersebut punya pesan terakhir yang mengejutkan sebelum ajal menjemput.
Pesan terakhir tersebut dia sampaikan sebelum berangkat bekerja sebagai sopir pada 22 Desember 2019.
Ayah Ferry, yakni Jalaluddin menceritakan, anaknya itu sempat menunjukkan gelagat aneh sebelum kecelakaan pada Selasa 24 Desember dini hari.
Dua hari sebelumnya, Ferry pamit ke ibunya dan menyebut bahwa dirinya mungkin tidak pulang. Anehnya, Ferry sampai pamit empat kali.
“Dia bilang, Mak pamit ya. Mungkin aku tidak pulang. Tapi saat itu ibunya berpikir kata-kata itu berarti pulangnya mungkin agak lama. Ya, tapi tetap saja perasaan cemas itu ada,” ucap dia dikutip dari merdekacom.
Tak hanya ibu Ferri yang merasakan firasat tak enak, sebagai seorang ayah, Jalaluddin juga turut merasakan perasaan serupa terhadap anaknya itu.
“Sejak Senin malam saya tidak bisa tidur. Pikiran dan hati saya tidak tenang,” ucap dia.
Rupanya firasat itu terbukti benar adanya. Jalaluddin yang sepanjang malam terus gelisah, langsung tertegun ketika mendapat kabar bahwa Ferri tewas dalam kecelakaan maut saat bekerja.
“Saya dapat telepon sekitar jam 03.00 pagi. Rupanya ini jawaban dari rasa gelisah itu. Anak saya meninggal dalam kecelakaan itu,” kata pria paruh baya tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
