Terkini.id, Jakarta – Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kebakaran jenggot dalam menyikapi perihal KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Hal itu ia sampaikan melalui cuitan di Twitter pribadinya, @TeddyGusnaidi.
Teddy mengatakan bahwa ada dua kemungkinan mengapa kedua orang tersebut menyikapi KLB Demokrat sedemikian rupa.
“Kenapa SBY dan AHY kebakaran jenggot menyikapi KLB? Ada 2 kemungkinan,” tulis Teddy, dikutip dari akun Twitternya, Kamis, 11 Maret 2021.
Kemungkinan pertama, menurut Teddy, SBY dan AHY adalah seorang amatir.
- Chusnul: Pihak KLB Sudah Ingatkan Kalian soal Buruknya Kepemimpinan AHY, Kalian Gak Mau Dengar, Ya Rasakan Sekarang
- Max Sopacua, Tokoh Partai Demokrat Kubu Moeldoko Meninggal Dunia
- Gugat Menkumham di PTUN, Pengacara KSP Moeldoko Diduga Pernah Palsukan Surat Kuasa
- Bila Moeldoko Tinggalkan Istana, Pengamat Politik Sebut Nama Amran Sulaiman
- Sarankan Kubu Moeldoko Buat Partai Baru, Tengku Zul: Biar Kelihatan Jantan
“Pertama, emang amatiran,” tulisnya.
Kemungkinan yang kedua, Teddy berpendapat bahwa kongres pihak AHY tak sesuai dengan AD/ART.
“Mereka tahu ternyata kongres kubu AHY tidak sesuai AD/ART,” imbuhnya.
“Sehingga ketika kongres kubu Moeldoko dinyatakan sah secara hukum, maka mereka bisa menuding pemerintah,” simpulnya.
Di sisi lain, politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik menganggap terserah pihak lain mau menilai apa.
Ia tetap menilai bahwa kongres tersebut ilegal, mengingat ada 500 Ketua DPC partai bintang mersi itu yang tak setuju dengan KLB tersebut.
“Silakan saja kaum anakronis keblinger itu mengatakan apa saja. Kenyataannya, seluruh Ketua DPD PD dan lima ratus lebih Ketua DPC PD tidak mempercayai mereka, menolak KLB ilegal,” cuit Rachlan Nashidik, dikutip dari akun twitter @RachlanNashidik pada Kamis, 11 Maret 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
