Terkini.id, Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman, Purworejo, Jawa Tengah, Habib Hasan bin Agil Baabud menilai pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah merupakan langkah yang tepat.
Menurut Habib Hasan, gerakan FPI selama ini telah mengancam kedaulatan negara dan juga bertentangan dengan ajaran Islam.
Oleh karenanya, kata Hasan, FPI harus dibubarkan agar ormas itu tak semakin berkembang dan mendapat simpati masyarakat.
“Pembubaran FPI adalah suatu keharusan. Karena gerakan FPI sudah mengancam kedaulatan negara, maka harus dibubarkan. Mereka makin lama makin berkembang dan makin dapat banyak simpati,” kata Habib Hasan, Senin 4 Januari 2021 seperti dikutip dari Hops.id.
Selain itu, Hasan juga menilai adanya kemiripan antara FPI dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, metode dakwah yang dilancarkan ormas tersebut juga menunjukkan tindakan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah.
- Gawat, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terseret Tiga Kasus yang Berproses di Kepolisian
- Gelar Reses, Ketua Komisi II DPRD Jeneponto Imam Taufiq, Serap Aspirasi Warga Kecamatan Turatea
- Imam Taufiq Bohari Kembali Pimpin DPC PPP Jeneponto, Target Pimpinan DPRD
- Baru Terpilih, IAS Langsung Tancap Gas Keliling 10 Daerah Konsolidasi Golkar Sulsel
- 16 Talenta Bulutangkis Sulawesi dan Indonesia Timur Lolos Audisi PB Djarum Makassar
“Bagi saya, mereka adalah pemberontak. Masak dalam dakwah kok yang diajarkan kebencian pada pemerintah yang ada, menjatuhkan pemerintahan dan presiden yang sah,” tuturnya.
Sementara dalam ajaran Islam, kata Hasan, orang yang memberontak terhadap pemerintahan yang sah harus ditumpas.
“Saya merasa gerakan mereka (FPI) mirip dengan PKI, hanya beda simbol. Dalam Islam, tidak diperbolehkan untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah. Bughot (pemberontak) harus kita tumpas!,” tegasnya.
Sejak awal, lanjut Hasan, kemunculan FPI kerap menyerukan penolakan terhadap dasar negara Indonesia yakni Pancasila.
Bahkan, Habib Hasan menilai FPI ingin mengganti Pancasila menjadi Pancasila Syariah atau NKRI bersyariah.
“Mereka (FPI) tidak mau menerima Pancasila dan UUD 45. Mereka ingin mengganti Pancasila bersyariah, NKRI bersyariah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
