Soal FPI, JK: Kalau Menolak Pancasila, Izinnya Tak Akan Diperpanjang!

FPI
Massa Front Pembela Islam (FPI). (Foto: radarkontra.com)

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah RI menegaskan tidak akan memperpanjang permohonan izin organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) jika organisasi massa itu menolak ideologi Pancasila.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.

“Itu kita tidak bisa diskriminasi dan kita tidak boleh berandai-andai, selama dia (FPI) secara formal mengatakan taat kepada Pancasila, itu silakan. Tapi kalau dia menolak Pancasila, pasti tidak bisa,” kata JK, dikutip dari Antara.

JK juga menekankan pemerintah tidak membeda-bedakan antar ormas terkait perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) ormas.

Syarat untuk tunduk dengan ideologi Pancasila, kata JK, juga berlaku bagi organisasi lain.

“FPI atau ormas apa saja di Indonesia, kita tidak bisa diskriminasi, ini kan negara demokrasi. Kalau FPI itu memenuhi syarat, katakanlah 10 syarat, (kalau) tidak memenuhi, ya tidak boleh,” ujarnya.

Diketahui, izin ormas FPI, yang tercatat dalam SKT 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014 telah berakhir masa berlakunya pada 20 Juni lalu.

Untuk mendapatkan SKT baru, FPI harus melengkapi setidaknya 20 syarat administratif dari Kementerian Dalam Negeri.

FPI
Wapre RI Jusuf Kalla (JK). (Foto: wowkeren.com)

Mendagri: Tidak ada perlakuan berbeda untuk ormas manapun!

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membenarkan perihal belum diterbitkannya SKT FPI.

“Yang ditelaah oleh Ditjen Polpum (Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum) kami tidak hanya FPI. Ada 400.000 lebih ormas yang terdaftar di Kemendagri, Kementerian Hukum dan HAM, sebagainya,” kata Tjahjo.

Menurutnya, tidak ada perlakukan berbeda untuk ormas manapun jika Surat Keterangan Terdaftar (SKT) habis.

“Sesuai aturan, setiap dari ormas yang masa izinnya sudah habis maka harus melengkapi surat-surat persyaratan yang diminta,” ungkap Tjahjo.

“SKT kalau habis masa berlaku, semua dicek. Khususnya yang menyangkut menerima Pancasila atau tidak, itu saja intinya,” tegasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Kakek di Jeneponto Tinggal di Gubuk Reot Bersama Anaknya

Terkini.id,Jeneponto - Miris, kehidupan yang dialami Samarang Daeng Ngiri warga Biangloe Kelurahan Tonrokassi Barat Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.Samarang Daeng Ngiri bersama anaknya sudah