Sebut Indonesia Berlebihan Tanggapi All England, Ahli Hukum Olahraga ini ‘Disemprot’ Praveen Jordan di Acara Live

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, pebulu tangkis putra Indonesia, Praveen Jordan, beradu argumen dengan ahli hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto alias Eko Maung, terkait kontroversi All England. 

Hal itu bermula ketika Najwa Shihab mengundang Eko Maung ke acara live-nya pada hari Rabu, 24 Maret 2021, bersama beberapa orang lainnya secara virtual. 

Eko Maung di acara live Najwa Shihab /Trans7.

Ya, Eko Maung dihadirkan langsung di studio, sedangkan yang lain hanya ikut secara virtual dengan tampilan layar besar di depan meja Najwa. 

Baca Juga: Waduh! Najwa Shihab Mendadak Dituding Jadi Sumber Informasi Hoax Covid-19,...

Selain Praveen dan Eko Maung, bincang-bicang virtual tersebut turut dihadiri oleh Greysia Polii, Hendra Setiawan, Ketum PBSI Agung Firman Sampurna, Ketum KOI Raja Sapta Oktohari, dan Menpora Zainudin Amali.

Secara garis besar, pembahasan di acara Najwa Shihab tersebut mengarah kepada kontroversi yang terjadi di All England.

Baca Juga: Keceplosan Saat Diskusi, Najwa Shihab Sebut Ganjar Pranowo Kepala Negara

Seperti yang kita tahu, tim Indonesia dipaksa mundur dari karena berada dalam satu pesawat dengan seseorang yang positif Covid-19 saat penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham, Inggris, pada Sabtu, 13 Maret 2021 lalu. 

Tim Indonesia sendiri sudah pulang ke Tanah Air sejak Senin, 22 Maret 2021, setelah diupayakan oleh Kemenpora, KBRI di London, dan pihak terkait.

Namun, kasus yang menuai banyak kontroversi itu nyatanya belum juga mereda, bahkan setelah BWF mengirim permintaan maaf melalui surat yang dikirim pada Menpora

Baca Juga: Mata Najwa Dinilai Turun Kelas karena Undang Rocky Gerung, Netizen:...

Hanya saja, Indonesia meminta pertanggungjawaban lebih agar bisa menjadi pelajaran ke depannya tak terjadi lagi.

Melalui KOI, Indonesia berencana untuk mengajukan gugatan kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Nah, di sinilah awal mulai masalah terjadi ketika ahli hukum olahraga, Eko Maung, justru menyebut tindakan Indonesia itu berlebihan dan tak perlu sampai membawa-bawa CAS. 

“Secara emosional, sebagai sesama anak bangsa, saya juga marah dan prihatin. Bapak-bapak pejabat publik juga merasakan hal yang sama,” ujar Eko Maung.

“Itu bagus, tapi harus ditindaklanjuti dengan cara-cara yang benar,” lanjutnya. 

“Satu yang paling mengganggu sebenarnya keinginan untuk membawa ke Arbitrase Internasional. Saya tidak melarang, tapi sebenarnya tidak perlu.”

Lebih lanjut, Eko juga menyebut “tudingan” ke BWF yang mengatakan bahwa mereka mencoba menyingkirkan Indonesia dari All England adalah pikiran yang juga berlebihan.

“Saya sempat meninjau aturan mereka, yakni aturan pandemi harus menyesuaikan aturan di negara tempat event tersebut berlangsung,” kata Eko lagi. 

“Di sini kalau tujuannya menyingkirkan Indonesia, itu asumsi yang berlebihan.”

Tak terima mendengar pernyataan super enteng yang keluar dari mulut Eko Maung itu, Praveen Jordan pun tampak kesal sehingga akhirnya ia “menyemprot” Eko. 

“Netizen Indonesia mewakili amarah kami. Maksudnya biar tidak ada kejadian ini lagi ke depannya,” buka Praveen. 

“Apalagi ada Olimpiade pada Agustus nanti. Jadi, kalau ada kejadian lagi seperti ini, maka itu sangat merugikan tim Indonesia,” sambungnya. 

“Olimpiade itu empat tahun sekali, lho! Kami sudah menunggu dan persiapan, tetapi ada kejadian yang kurang jelas kayak ini, jelas kecewa sekali!” ungkapnya. 

“Makanya, kalau dibillang seperti kata Pak Eko tadi bahwa ini berlebihan, menurut saya mereka yang menyebut seperti itu tidak melihat perjuangan yang kami habiskan untuk membela negara!” tegas Praveen, secara tersirat menganggap Eko tak mengerti perjuangan mereka sama sekali. 

Tak ingin ketinggalan, Ketum KOI Raja Sapta Oktohari juga memberikan tanggapan terkait respons Eko Maung ini.

“Dia (Eko Maung) enggak tahu perasaan yang dilukai adalah perasaan orang seluruh Indonesia. Bagaimana perasaan atlet kita enggak bisa main karena mereka dikira suspect Covid.”

Tayangan acara Najwa Shihab itu pun berlanjut dengan adu argumen yang cukup “panas” hingga beberapa saat ke depan karena beberapa yang hadir tak setuju dengan pernyataan Eko Maung.

Bagikan