Masuk

WhatsApp Karyawan Narasi Diretas, Novel Baswedan Sebut Pelakunya Pakai Alat Khusus

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan turut menanggapi kasus peretasan yang dialami oleh para karyawan Narasi TV

Melalui akun media sosial pribadinya, Novel Baswedan berpendapat bahwa pelaku yang dapat melakukan peretasan beberapa orang sekaligus ini bukan sembarangan orang.

Bahkan Novel Baswedan menyebutkan butuh alat khusus untuk melakukan peretasan akun media sosial serta WhatsApp milik belasan orang.

Baca Juga: Erick Thohir dan Najwa Shihab Diunggulkan jadi Ketua Umum PSSI, Maruarar Sirait Buka Suara

“Ini pelakunya siapa ya kira2? Utk bisa melakukan ini pasti perlu alat khusus, dan tdk sembarang org boleh memiliki,” ujar Novel Baswedan, dikutip terkini.id dari akun Twitter @nazaqistsha, Senin 26 September 2022.

Tangkapan Layar Cuitan Novel Baswedan Tentang Peretasan Narasi TV (Twitter @nazaqistsha)

Sebagai informasi, Zen Rachmat Sugito selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Narasi TV mengungkapkan akun media sosial serta WhatsApp milik para karyawannya mengalami peretasan.

Tidak sampai disitu, Zen Rachmat Sugito mengatakan mantan karyawan Narasi TV juga turut menjadi korban peretasan ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sayangkan Pemecatan Novel Baswedan dari KPK: Biar Ada yang Takut

Lebih lanjut, insiden peretasan WhatsApp milik karyawan Narasi TV ini terjadi pada hari Jumat 23 September 2022 sampai Sabtu 24 September 2022.

Total karyawan yang mendapatkan serangan siber ini adalah 15 orang. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ditemukan siapa oknum di balik peretasan akun WhatsApp dan media sosial pribadi milik karyawan dan mantan karyawan Narasi TV.

Diketahui sebelumnya, Najwa Shihab adalah pendiri dari Narasi TV. Mantan presenter berita ini mendirikan Narasi TV pada awal tahun 2018. 

Baca Juga: Mahfud MD: PSSI Sering Lakukan Kesalahan Sejak Dulu Bukan Hanya Sekarang

Beberapa waktu lalu, ucapan Najwa Shihab yang menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu takut kepada polisi serta menyindir gaya hidup mewah mereka menjadi viral dan ditanggapi oleh berbagai kalangan termasuk sebuah komunitas bernama Sahabat Polisi Indonesia.

Komunitas Sahabat Polisi Indonesia mendesak agar Najwa Shihab segera meminta maaf atas tuduhan yang ia lontarkan terhadap anggota polisi ini.

Tengku Zanzabella selaku Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia menganggap apa yang disebutkan Najwa Shihab mengenai gaya hidup polisi yang mewah adalah sebuah penyesatan publik.

“Bijaklah berpikir dan bersikap, karena masih banyak polisi di daerah yang hidup jauh dari kata mapan. Coba lah hidup bersama dengan kondisi Polri lebih lama lagi. Pelajari dan cermati apa yang ada sebenarnya teliti secara komprehensif dan objektif,” ucap Tengku Zanzabella.