Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mocthar Ngabalin mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu bekerja dalam senyap.
Oleh sebab itu, kata Ngabalin, Jokowi tidak menggunakan kekuasannya untuk mendapatkan pujian-pujian.
Bukan hanya itu, Ngabalin juga menegaskan bahwa Jokowu tidak menggunakan kekuasannya untuk merampok atau memperkaya diri.
“Jokowi telah selesai dengan dirinya,” katanya melalui akun AliNgabalinNew pada Minggu, 18 Juli 2021.
“Selalu bekerja dalam senyap, kekuasaannya tidak dipakai untuk merampok/memperkaya diri, juga tidak untuk dipuji,” lanjutnya.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Ngabalin menilai bahwa Jokowi tak menghiraukan cacian dari orang lain sebab ia selalu bekerja dengan tulus dan ikhlas.
“Cacian dan makian yang datang dari sampah-sampah bedebah itu, tidak dihiraukannya,” kata Ngabalin.
“Ketulusan dan keikhlasannya terukur, yang sabar pakDE. Rakyat bersamamu,” sambungnya.
Ngabalin membagikan cuitannya itu dengan sebuah video Presiden Jokowi yang sedang membagikan obat-obatan dan sembako kepada warga.
Seperti diketahui, aksi blusukan Jokowi itu sempat menuai kritikan sebab dianggap hanya pencitraan belakan.
Unggahan Ngablin pun menuai kritikan dan juga pujian dari netizen di kolom komentar.
Ada yang ikut memuji bahwa hanya Presiden Jokowi yang mau blusukan untuk menemui rakyat secara langsung.
“Dalam sejarah Republik ini, cuma presiden Jokowi yang begini. Merakyat dan cinta rakyat nya. Bekerja dalam senyap tak butuh pencitraan,” kata ArdianZA__.
“Tak dipedulikan nya cacian dan makian sampah-sampah negeri ini. Ngapain peduli dengan sampah,” lanjutnya.
Namun, ada pula yang meminta Ngabalin untuk tak mengunggah video itu karena tak menunjukkan teladan yang baik dari Presiden.
“Videonya jangan disebar, Pak. Ini sedang PPKM Darurat. Jangan buat kerumunan, kasih contoh prokes ke masyaraka. Niatnya baik tapi salah dalam prosedur kesehatan,” kata Erman60717819.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
