Sebut Pandemi Dipakai Untuk Halangi HAM, Rocky Gerung: Pemerintah Norak

Sebut Pandemi Dipakai Untuk Halangi HAM, Rocky Gerung: Pemerintah Norak

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi terkait tindakan polisi yang membubarkan paksa massa pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan alasan mencegah pandemi COVID-19 di Jakarta.

Rocky lewat tayangan videonya di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Jumat 18 Desember 2020, menilai bahwa pemerintah menjadikan alasan pandemi untuk menghalangi aksi massa yang menuntut Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.

“Pemerintah terus fokus nyari uang tambahan supaya Covid bisa diatasi, tapi Covid-nya sendiri dipakai untuk halangi Hak Asasi Manusia,” kata Rocky.

Ia pun menyebut sikap pemerintah itu dengan istilah ‘norak’ lantaran dirinya sudah merasa bosan jika harus kembali mengistilahkan sikap penguasa dengan sebutan ‘dungu’.

“Saya udah bosen ngomong dungu. Norak aja, norak betul,” ungkapnya.

Baca Juga

Rocky Gerung dalam tayangan videonya itu juga menilai, upaya pemerintah yang mencoba menghalau demo FPI dengan alasan mencegah penyebaran COVID-19 sebenarnya hanya salah satu dari sekian alasan lainnya.

Alasan lainnya itu, kata Rocky, yakni pemerintah terlalu cemas lantaran rakyat menuntut keadilan bagi Habib Rizieq.

“Ya angka Covid-19 tinggi tapi angka cemas lebih tinggi,” kata Rocky Gerung.

Ia pun mengungkapkan bahwa rakyat secara batin juga mendukung aksi demo FPI yang menuntut keadilan bagi Rizieq tersebut.

“Persoalan ketidakadilan Habib Rizieq oleh teman-teman FPI itu didukung secara batin oleh rakyat,” tuturnya.

Menurutnya, kendati pemerintah berupaya untuk mencegah aksi massa itu, namun penguasa tak bisa menghindari rakyat yang menuntut keadilan.

“Yang bisa dicegah (pemerintah) adalah hadirnya manusia di Monas, bukan hadirnya tuntutan keadilan,” ujar Rocky Gerung.

Diketahui, aksi demo 1812 yang dilakukan sejumlah pendukung Habib Rizieq Shihab pada Jumat 18 Desember 2020 di Jakarta, dibubarkan aparat keamanan.

Mereka dibubarkan paksa aparat gabungan TNI dan Polri lantaran tidak menerapkan protokol kesehatan dan enggan mengikuti rapid test yang telah disiapkan oleh petugas.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.