Terkini.id, Jakarta- Sejumlah atlet bulutangkis menyatakan mundur dari BWF World Tour Final 2021. Diduga, beberapa atlet mengalami cedera dan masalah kesehatan ketika berkompetisi sehingga mereka memutuskan untuk mundur.
Melansir dari detik.com, pada Kamis, 02 Desember 2021, Badminton World Federation (BWF) mendapat sejumlah kritikan karena hal tersebut.
Para atlet bulutangkis beramai-ramai mengungkapkan rasa kekecewaan mereka terhadap Badminton World Federation (BWF) melalui laman akun media sosial pribadi mereka masing-masing. Diantaranya, wakil tuan rumah, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Gideon.
Mereka mengaku bahwa kondisi mereka kurang maksimal karena hanya mendapatkan libur sehari usai final.
Kevin berkata “Pertama-tama yang pasti kita bersyukur bisa melewati hari ini, dan saya rasa BWF agak memperlakukan kita seperti robot ya,” ketusnya dikutip dari detik.com.
- Natasha Wilona Beberkan Hubungannya dengan Kevin Sanjaya
- Kevin-Marcus Bakal Lawan Aaron-Soh Malam ini, Netizen: Seperti Rindu, Dendam Harus Dibayar Tuntas
- Gagal ke Semifinal Tokyo 2021, Kevin Minta Maaf: Sorry Belum Bisa Kasi yang Terbaik
- BWF Minta Maaf, Marcus Gideon Tanggapi Sinis: Tidak Segampang itu Ngaku Salah Terus Beres Begitu Saja
Selain itu, kritikan juga datang dari mantan pebulutangkis, Mathias Boe melalui akun media sosialnya @mathias.boe.
Dia mengungkapkan rasa amarahnya karena jadwal yang padat pascapandemi sehingga sejumlah atlet mengalami masalah kesehatan juga cedera.
Dalam unggahan lama akun Instagramnya, Boe tidak hanya menyampaikan amarahnya lewat tulisan.
Tetapi juga mengunggah sebuah tangkapan layar tournament software, tunggal putra BWF World Tour Final yang berlangsung sejak Rabu, 01 Desember 2021 tersebut, dikutip dari detik.com.
Dalam gambar tangkapan layar tersebut, terlihat hasil laga antara Viktor Axelsen saat menghadapi Rasmus Gemke. Rasmus Gemke memutuskan mundur saat pertandingan skor berjalan 5-1.
Hal serupa juga dilakukan oleh pemain tunggal putra Jepang, Kento Momota. Kento memutuskan mundur saat laga pertandingannya baru berjalan 1-1 ketika menghadapi tunggal putra, India Lakshya Sen.
Boe mengungkapkan dalam laman akun pribadinya bahwa “Atlet mendapatkan denda saat mengkritik pejabat BWF, maka saya yang akan berbicara atas nama mereka,”.
“Jadwal turnamen pascapandemi ini benar-benar sudah keterlaluan dan inilah hasilnya. Satu persatu mereka mengalami cedera,” tambahnya.
Dalam unggahannya tersebut, Boe menandai dua legenda pebulutangkis yang merupakan pejabat BWF, diantaranyaThomas Lund dan Poul-Erik Høyer Larsen.
“Sulit untuk memahami apa yang menjadi pemikiran tuan Lund dan tuan Hoyer di BWF yang pernah menjadi pemain kelas dunia. Padahal keduanya juga pernah mengalami banyak cedera karena jadwal turnamen yang padat,” tuturnya dikutip dari detik.com.
Tidak hanya di Instagram, Boe juga mengungkapkan rasa kekesalannya melalui akun Twitter pribadi miliknya.
Dia menyebut bahwa niat BWF yang semula ingin “melepas dahaga” kerinduan para pecinta bulutangkis justru berakhir dengan permainan kesejahteraan para pebulutangkis.
Dia menuliskan “Apa yang seharusnya menjadi pesta bagi para penggemar berakhir sebagai lelucon @bwfmedia. Apa yang kalian dapatkan dengan menuntut pemain harus bermain selama lebih dari 3 bulan berturut-turut? Apakah kalian peduli dengan kesejahteraan para pemain? Tidak,” jelas Boe.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
