Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Irwan Fecho mengomentari soal penjualan vaksin yang belakangan ini ramai dibicarakan.
Irwan Fecho mengaku tak habis pikir bahwa Pemerintah berencana membeli Alutsista bernilai triliunan, namun tak mampu menggratiskan vaksin bagi rakyat.
“Rencana beli alutsista ribuan trilyun tapi beli vaksin gratis untuk rakyat tidak mampu? Sehat pak?” katanya melalui akun Irwan_fecho pada Minggu, 11 Juli 2021.
Dilansir dari JPNN, Pemerintah memperdagangkan vaksin Covid-19 untuk rakyat melalui perusahaan BUMN, yakni PT Biro Farma.
Irwan Fecho pun menentang keras hal itu dan meminta Pemerintah untuk tak memeras keringat rakyat dengan alasan gotong royong.
- Gerbang Internasional Dibuka di Tengah Badai Covid, Politisi Demokrat : Pemerintah Harus Bisa Jelaskan ke Rakyat
- Soal Kerumunan Jokowi, Wasekjen DPP Demokrat: Teladan Jokowi dalam Prokes Makin Drop!
- Politisi Demokrat: Pak Jokowi Harus Berhenti Selalu Salahkan Pendahulunya
- Sindir Jokowi Soal Bagi-Bagi Sembako, Rachland: Melamar Aja Jadi Relawan Irwan Fecho
“Gotong royong itu mulia, tetapi dagang vaksin dengan alasan gotong royong itu menipu rakyat di tengah derita pandemi,” ucap Irwan pada Minggu, 11 Juli 2021, dilansir dari JPNN.
Wakil sekretaris Fraksi Demokrat itu menegaskan bahwa vaksinasi untuk rakyat merupakan tugas negara.
Ia mengingatkan bahwa negara sudah diberikan kekuasaan yang luas dan juga uang yang banyak melalui UU Nomor 2 Tahun 2020.
Oleh sebab itu, Irwan menilai bahwa tidak seharusnya Pemerintah menjual vaksin kepada rakyat, terlebih dilakukan melalui perusahaan BUMN.
“BUMN itu Badan Usaha Milik Negara yang artinya juga milik rakyat. Ini penjajahan pada rakyat sendiri di tengah derita pandemi. Harus dihentikan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan harga vaksin dosis lengkap Sinopharm berbayar untuk individu sebesar Rp879.140 per orang.
Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, harga vaksin berbayar itu sesuai Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021.
“Untuk satu orang kan butuhnya dua dosis, jadi dikalikan dua menjadi totalnya Rp 879.140,” kata Siti Nadia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
