Terkini, Makassar – Penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Talamate, Kota Makassar diduga bermasalah. Sejumlah Keluarga penerima manfaat (KPM) tidak menerima secara penuh bantuan tersebut.
Padahal Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (BPN) dan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) dari cadangan beras pemerintah (CBP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Basis data penerima bantuan pangan beras yang digunakan di 2024 adalah data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Bantuan ini diberikan kepada KPM untuk 6 bulan sejak Januari hingga Juni 2024 yang disalurkan sebanyak dua tahap. Sehingga setiap KPM berhak menerima total 60kg beras dari bantuan pangan ini.
Hanya saja, penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Talamate, Kota Makassar diduga ada masalah.
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto Pastikan Ulat di Menu MBG Viral Bukan dari SPPG Batang 1
- Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial Harmonis dan Produktif
- Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
- HUT ke-102 PDAM Makassar, Appi Tekankan Pelayanan Berkualitas dan Ketahanan Hadapi Kemarau
Sebanyak 782 KPM di Kelurahan Balang Baru yang berhak menerima bantuan pangan beras ini. Sehingga ada 782 paket atau 7.820 Kg beras yang mestinya disalurkan.
Warga Balang Baru, Nurlia yang keluarganya masuk dalam KPM mengaku, baru menerima bantuan pangan beras itu untuk bulan April dan Mei 2024. Sementara untuk bulan Januari, Februari dan Maret belum ia terima.
“Baru dua karung pak (saya terima), bulan 4 (April) dan bulan 5 (Mei). Satu karung 10kg, jadi 20kg (yang baru saya terima),” kata Nurlia pada Selasa 9 Juli 2024.
Dia menuturkan bantuan beras 10kg untuk bulan Januari, Februari dan Maret belum ia terima. Padahal menurutnya, ia harusnya juga menerima bantuan beras untuk tiga bulan itu, karena pihaknya masuk dalam KPM.
Nurlia bercerita ia awalnya tidak tahu bahwa keluarganya masuk dalam KPM bantuan beras ini. Ia mengaku tidak ada penyampaian dari kelurahan dan RT/RW bahwa pihaknya masuk dalam KPM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
