Sejumlah Negara Hentikan Penggunaan Moderna karena Efek Samping, Begini Tanggapan Kemenkes

Sejumlah Negara Hentikan Penggunaan Moderna karena Efek Samping, Begini Tanggapan Kemenkes

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menanggapi kabar sejumlah negara yang menghentikan penggunaan Vaksin Moderna karena munculnya efek samping.

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara seperti Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Denmark, menghentikan penggunaan vaksin Moderna bagi pria di bawah 30 tahun karena kemunculan efek samping berupa kardiovaskular atau peradangan jantung.

Siti Nadia menerangkan bahwa efek samping dari vaksin Moderna telah diawasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

“Terkait radang pada jaringan jantung atau selaput jantung, ini sudah juga (menjadi, red) efek samping yang di-monitoring oleh CDC Amerika,” ujarnya pada Jumat, 8 Oktober2021, dilansir dari JPNN.

Sejauh ini, kata Siti Nadia, sejumlah lembaga terkait kepada Kemenkes masih merekomendasikan penggunaan Moderna kepada masyarakat yang berusia di atas 18 tahun.

Baca Juga

“Dari berbagai rekomendasi, termasuk ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dan Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), Moderna masih dapat digunakan untuk vaksinasi pada usia lebih dari 18 tahun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Siti Nadia juga memastikan babhwa efek samping kardiovaskular dari vaksin Moderna hingga saat ini belum ada di Indonesia tetapi pemantauan tetap terus dilakukan.

“Kami bersama BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Komnas KIPI terus melakukan pemantauan terkait hal ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 6 Oktober 2021, pejabat kesehatan Swedia dan Denmark mengumumkan penangguhan penggunaan vaksin Moderna di seluruh penduduk dewasa muda dan anak-anak.

Namun, di sisi lain, regulator di Amerika Serikat, Uni Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa manfaat vaksin berbasis teknologi mRNA buatan Moderna dan Pfizer/BioNTech masih lebih besar dibanding risikonya dalam mencegah Covid-19.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.