Sekjen PBB Meminta Indonesia Untuk Berperan Dalam Penanganan Krisis Energi, Krisis Pangan dan Krisis Utang

Sekjen PBB Meminta Indonesia Untuk Berperan Dalam Penanganan Krisis Energi, Krisis Pangan dan Krisis Utang

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan harapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Indonesia.

Salah satu harapan PBB terhadap pemerintah adalah Indonesia dapat berperan dalam mengatasi tiga krisis dunia yang sedang terjadi saat ini.

Dilansir dari sindonews.com, Kamis 28 April 2022, Menurut Airlangga bahwa alasan PBB berharap besar terhadap Indonesia adalah berkat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dipimpin oleh dirinya.

PBB hanya meminta hal tersebut kepada lima negara, salah satu negara yang terpilih adalah Indonesia.

“Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang secara khusus diminta untuk membantu menghadapi tiga krisis, yakni krisis energi, pangan, dan debt-crisis atau krisis utang,” kata Airlangga, dikutip dari sindonews.com, Kamis 28 April 2022.

Baca Juga

Permintaan tersebut langsung disampaikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres kepada Indonesia.  Airlangga berpendapat bahwa hal ini membuktikan bahwa dunia internasional sangat percaya terhadap NKRI.

“Tentunya itu menjadi kebanggaan bagi kita. Kita cermati adanya dampak serius dari perang ideologi Rusia dengan Ukraina, yang membuat Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Indonesia berperan. Kepercayaan dunia terhadap Indonesia sangat luar biasa,” tuturnya.

Kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah Indonesia merupakan hasil dari kerja keras nasional.

Ia juga menambahkan bahwa partai politik (termasuk Golkar) ikut membantu pemerintah Presiden Jokowi dalam menangani permasalahan yang terjadi di Indonesia.

Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua KPCPEN juga bersyukur bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin menurun.

Bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia telah melakukan vaksin pertama, vaksin kedua dan vaksin ketiga (booster).

“Vaksinasi dosis pertama dan kedua di DKI Jakarta sudah lebih dari 90 persen, vaksinasi booster terus digalakkan, sehingga DKI Jakarta terus masuk level 2,” ungkap Airlangga.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.