Terkini.id, Jakarta – Harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curaj kembali mengalami kenaikan harga mejelang budan Ramadhan. Kenaikan ini memancing reaksi warganet dan menyinggung Presiden dengan mengatakan terimakasih pak JIkowi.
Reaksi warganet dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng setelah Harga Eceran Tertinggi dicabut dan berpengaruh kepada harga minyak goreng kemasan yang naik hingga 24 ribu per liter dan minyak goreng curah 14 ribu per liter.
Kritikan warganet soal kenaikan harga ini membanjiri lini masa media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Rabu 16 Maret 2022.
“Per-hari ini Minyak Goreng naik menjelang Ramadhan ?! Terimakasih pak @jokowi”, cuit salah satu netizen.

Kenaikan harga ini dipicu oleh pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga harga minyak kembali mengikuti harga pasar.
- KPPU Jatuhkan Denda Terhadap 7 Terlapor Atas Perkara Minyak Goreng Kemasan di Indonesia
- Singgung Kenaikan Harga Minyak Goreng, Pendakwah Hilmi Firdausi: Habis Langka Terbitlah Meroket
- Pencabutan HET Panen Kritikan, Monica Sebut Negara Tidak Mampu Mengendalikan Harga!
- Kritik Kenaikan Harga Minyak Goreng, Warganet: Begitu HET Dilepas Rak-rak Langsung Penuh, Ternyata Selama Ini Tidak Langka!
- Diduga Oplos! Gudang Minyak Goreng 'Wasilah 212' Disegel Polisi di Depok
Sebelumnya pencabutan HET ini diumumkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan mengatakan jika harga minyak goreng kemasan akan mengikuti harga perekonomian. Artinya, harga yang diberlakukan akan mengikuti harga pasar dan tidak lagi berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
Keputusan ini disampaikan usai menghadari rapat bersama Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana bersama para Menteri terkait.
“Terkait harga kemasan lain akan menyesuaikan nilai perekonomian sehingga diharapkan minyak sawit akan tersedia di pasar modern dan tradisional:, kata Airlangga, dikutip dari laman CNN Indonesia.
Dia menjelaskan alasan pengambilan keputusan ini, yakni dengan melihat perkembangan secara global, dalam hal ini ketidakpastian global menyebabkan harga pasokan energi dan pangan naik dan langka, termasuk ketersedian CPO untuk minyak goreng.
Seperti diketahui, belakangan banyak masyarakat yang mengeluhkan minyak goreng yang sangat sulit didapatkan di pasaran. Pada waktu yang bersamaan, distributor minyak goreng di daerah kedapatan terciduk menimbun pasokan minyak goreng.
Selain itu, pencabutan HET tidak hanya berlaku untuk minyak goreng kemasan saja, namun minyak goreng curah juga tidak lagi berpatokan pada HET dan harga minyak goreng naik, yang sebelumnya 11.500 per liter, kini naik menjadi 14 ribu per liternya.
Dengan pencabitan HET ini, maka masyarakat akan semakin sulit mendapat minyak karena harga yang lumayan mahal yang tidak bisa dijangkau semua kalangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
