Seks Bebas dan LGBT Picu HIV-AIDS Meningkat di Malang, Ika Wardojo: Masyarakat Harus Diedukasi

Seks Bebas dan LGBT Picu HIV-AIDS Meningkat di Malang, Ika Wardojo: Masyarakat Harus Diedukasi

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Maraknya seks bebas menjadi problematika serius yang dihadapi masyarakat saat ini. 

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sri Sunaringsih Ika Wardojo dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan berkenaan tentang kualitas hidup pasien human immunodeficiency virus (HIV)-acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Dikutip dari laman Republika pada Kamis, 3 Februari 2022, penelitian yang Ika lakukan menunjukkan bahwa pola hidup seks bebas dan LGBT berkontribusi besar dalam peningkatan kasus HIV-AIDS di Kota Malang, Jawa Timur.

Ika menjelaskan, fokus penelitiannya tertuju pada perkembangan dan permasalahan psikososial yang dialami pasien HIV. 

Ia juga menyampaikan dalam penelitiannya tentang besarnya pengaruh HIV terhadap kualitas hidup maupun tingkat depresi bagi pengidap. 

Setelah melalui sidang, penelitian ini sukses mengantarkannya meraih gelar doktor di Taipei Medical University, Taiwan.

Ika menuturkan, pengidap HIV-AIDS yang berhasil ia deteksi di Kota Malang mencapai angka 600-an orang. 

Banyaknya jumlah tersebut ditengarai karena tingginya mobilisasi masyarakat di Kota Pendidikan tersebut. Beragam kebudayaan dari berbagai wilayah bercampur di Kota Malang.

Sehubungan dengan tingginya angka pengidap HIV-AIDS. Terdapat pula permasalahan kompleks lain yang dialami para pengidapnya. 

Salah satu masalah tersebut adalah stigma buruk. Kata Ika, masyarakat secara umum beranggapan bahwa orang dengan HIV-AIDS perlu dihindari agar tidak tertular.

Dia mendapati, kebanyakan dari para pasien kerap mengalami berbagai tekanan dan penolakan, baik dari keluarganya sendiri maupun masyarakat. 

Stigma negatif yang terjadi di Kota Malang dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA). 

Di Indonesia, kata dia, edukasi tentang seksual dan bagaimana pencegahan HIV-AIDS masih dianggap tabu. Hal ini disebabkan persepsi masyarakat pada ODHA dan cara penularannya dianggap menyimpang.

Ika menyarankan, sebagai bentuk pencegahan serta membantu para ODHA, perlu adanya edukasi secara simultan kepada masyarakat mengenai informasi penularan, pencegahan, dan pengecekan berkala. Tak hanya itu, Ika juga menyarankan agar masyarakat juga diedukasi tentang pentingnya pemberian dukungan sosial dan menghindari pelabelan negatif pada ODHA.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.