Selain Tangkalaluk, Kalimantan Juga Punya Ular Legendaris ‘Nabau’ Berukuran Seratus Meter

Ular Tangkalaluk
Ular Tangkalaluk. (Foto: Twitter @pakatdayak)

Terkini.id, Jakarta – Foto-foto Ular Tangkalaluk atau Phyton Raja Ular Rimba Belantara Dayak tengah hangus terbakar dengan mulut menganga, belum lama ini membuat heboh jagat dunia maya.

Netizen pun banyak mengaitkan kondisi nahas ular tersebut dengan kebakaran hutan di Kalimantan. Meskipun, belum terverifikasi kebenarannya.

Penemuan bangkai ular dalam kondisi hangus terbakar ini sontak menyita perhatian masyarakat Kalimantan maupun Dayak, mengingat selama ini mereka hanya bisa mendengar cerita Tangkalaluk dari mulut ke mulut.

Selain memiliki ukuran yang nyaris seperti Anaconda di hutan Amazon, Brasil, Ular Tangkalaluk juga disebut memiliki kemampuan meniru suara hewan lainnya seperti suara rusa, orang utan, atau suara burung untuk menarik perhatian mangsanya.

Populasi ular raksasa ini kini diklaim sudah sangat sedikit dan disinyalir nyaris punah. Makanan favorit ular legenda bagi Suku Dayak ini adalah babi hutan, harimau dahan, dan hewan besar lainnya.

Ular Legendaris ‘Nabau’

Ular Tangkalaluk
Ular Tangkalaluk. (Foto: Twitter @pakatdayak)

Selain Tangkalaluk, ternyata masih ada satu lagi mitos ular legendaris yang berkembang di tengah masyarakat Dayak di Kalimantan. Ular tersebut diketahui bernama Nabau.

Dilansir dari Okezone, Jumat, 20 September 2019, penampakan Nabau pertama kali tertangkap kamera saat asyik berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, pada 2009 silam.

Sekilas, tampilan ular ini benar-benar menyerupai anaconda karena memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Saking besarnya, tubuh ular itu tampak memenuhi sungai yang berada di antara hutan rimbun.

Foto penampakan Ular Nabau dikabarkan diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir dari atas sebuah helikopter pada 11 Februari 2019 lalu.

Foto tersebut sontak mendadak jadi perbincangan hangat masyarakat internasional, setelah diterbitkan ulang oleh sejumlah media internasional seperti Utusan Sarawak, New Strait Times, hingga The Telegraph asal Inggris.

Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti apakah penampakan ular itu benar-benar nyata atau hanya sekadar rekayasa digital.

Akan tetapi, menurut mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Dayak, legenda Ular Nabau telah diceritakan dari turun temurun.

Konon kabarnya, ular raksasa tersebut memiliki ukuran hingga 100 meter, dan bagian kepalanya menyerupai naga.

Seorang pecinta reptil asal Samarinda, Kalimantan Timur, Wawan, mengakui perihal adanya mitos ular-ular legendaris di Pulau Kalimantan.

“Kalau di tempat saya ada juga ular legenda, namanya Bang Bekat. Ular ini sebetulnya ular ghaib karena dia bisa mengubah bentuk kepalanya. Kadang kepalanya bisa jadi kerbang, kadang jadi anjing, atau seperti ular pada umumnya,” kata Wawan seperti dilansir dari Okezone, Jumat, 20 Agustus 2019.

“Informasi seputar ular ghaib ini sebetulnya sudah terukir cantik pada ukiran-ukiran kuno Suku Dayak. Mereka tinggal di pinggir sungai, dan keluar di saat cuaca sedang terik-teriknya,” lanjutnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini