Semangat Vaksin, Ibu Tiga Anak Ini Justru Meninggal Dunia Usai Divaksinasi AstraZeneca

Semangat Vaksin, Ibu Tiga Anak Ini Justru Meninggal Dunia Usai Divaksinasi AstraZeneca

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, International – Seorang ibu muda tiga anak diinformasikan meninggal dunia usai dirinya divaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca.

Namanya Lucy Taberer (47) yang diketahui sangat bersemangat untuk divaksinasi bersama tunangannya Mark Tomlin dari Aylestone, Leicester, Inggris.

Namun, tak lama usai divaksin, ia justru jatuh sakit parah dan mengalami pembekuan darah di otaknya yang menyebabkan stroke hebat.

Ia meregang nyawa pada 10 April 2021 lalu dan mirisnya dimakamkan pada hari seharusnya ia dan Mark menikah.

Dilansir terkini.id dari Okezone pada Senin, 28 Juni 2021, Mark mengatakan kepada LeicestershireLive bahwa Lucy, seorang pemimpin kelompok bermain, awalnya mengalami efek samping ringan dan umum pada hari-hari setelah ia divaksinasi di Peepul Center di Belgrave pada 19 Maret 2021 lalu.

“Dia merasa sakit di sisinya sehingga dia pergi menemui dokter umum yang mengatakan itu adalah batu ginjal dan meresepkannya beberapa obat penghilang rasa sakit,” terang Mark.

“Itu meyakinkannya dan dia tidak berpikir itu ada hubungannya dengan vaksin, tetapi segalanya mulai memburuk dan kepanikan dimulai,” lanjutnya.

“Dia mengalami memar seukuran bola tenis di tubuhnya. Biasanya dia memiliki semua energi di dunia, tetapi dia menjadi lelah dan lesu,” sambungnya lagi.

“Kemudian dia mengalami ruam yang sangat parah di wajah dan sampingnya. Gusinya mulai berubah warna dan kami benar-benar khawatir.”

Pada 1 April hingga 13 hari setelah vaksinasi, Lucy dilarikan ke Rumah Sakit Kerajaan Leicester dan didiagnosis terjadi gumpalan darah didiagnosis.

Dokter merawatnya dengan obat pengencer darah, tetapi kondisinya masih memburuk lantaran ia mengalami pembekuan darah dan menderita stroke parah.

Lucy kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif di Nottingham’s Queen’s Medical Center (QMC).

Meskipun dilakukan operasi untuk menyelamatkannya, tetapi konsultan mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuknya dan merekomendasikan alat penyokong hidupnya dimatikan pada 10 April 2021.

Mark, pekerja logam (57) mengungkapkan bahwa konsultan di QMC yang mengatakan penyakit parah Lucy terkait dengan vaksin.

Sertifikat kematiannya menunjukkan ia meninggal karena trombosis sinus vena serebral dan trombosis terkait vaksin dengan trombositopenia.

“Kami sangat bahagia dan menantikan masa depan dan kemudian tiba-tiba saya harus menjelaskan kepada Orson bahwa maminya telah meninggal,” papar Mark sedih.

“Aku sudah memberitahunya bahwa Mami pergi ke rumah sakit karena dia membutuhkan obat,” sambungnya.

“Lalu saya mengatakan kepadanya bahwa obatnya tidak bekerja dan Mami tidak bisa pulang. Beberapa hari kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa dia telah meninggal. Dunia kami telah terjungkir balik,” tutur Mark lagi.

“Saya tidak ingin orang menunda memiliki vaksin, tetapi saya ingin orang tahu bahwa ada risiko.”

Seorang juru bicara dari Leicester City NHS Clinical Commissioning Group, yang menjalankan program vaksinasi di kota itu, mengatakan kepada LeicestershireLive, pihaknya sangat sedih mendengar kematian Lucy yang sangat tragis dan menyedihkan bagi keluarga dan teman-teman.

“Semua situs vaksinasi (ementara seperti pop-up atau tetap) tunduk pada prosedur operasi yang ketat, yang mencakup semua aspek layanan,” ujar mereka.

“Ini termasuk penyimpanan dan penanganan vaksin, perlindungan dan pengendalian infeksi, persyaratan dan pelatihan tenaga kerja, dan memiliki pengawasan klinis. Keselamatan pasien adalah yang terpenting dan proses operasi mencakup pengaturan untuk persetujuan, observasi, dan menanggapi insiden.”

Lebih dari 200.000 kasus reaksi seperti itu terhadap vaksinasi AstraZeneca telah dicatat oleh Kartu Kuning pada 9 Juni.

Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi telah merekomendasikan orang sehat di bawah 40 tahun untuk ditawarkan alternatif vaksin AstraZeneca.

Negara-negara lain telah menangguhkan penggunaannya karena khawatir dapat menyebabkan pembekuan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.