Semprot Denny Siregar, Gus Umar: Orang Sombong Seperti Kau Pasti Kena Karma

Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Umar Hasibuan mengkritik keras pegiat media sosial Denny Siregar lantaran pernyataannya soal Padang.

Lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 23 Januari 2021, Gus Umar mengkritik cuitan Denny Siregar yang menyebut Padang tidak seindah Nasi Padang.

“Padang ternyata tidak seindah nasi padang, yang ada dimana-mana dan dinikmati banyak orang tanpa melihat golongan,” cuit Denny Siregar.

Cuitan Denny tersebut diduga menyindir sebuah kasus sekolah negeri di Padang, Sumatera Barat yang memberlakukan aturan pemaksaan jilbab terhadap salah seorang siswi nonmuslim di sekolah itu.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menanggapi cuitan Denny Siregar, Gus Umar meminta pegiat media sosial itu agar tak menggeneralisir semua orang Padang terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Kasus Tenaga Forensik Dihentikan, Denny Siregar: Saya Bangga Jadi Buzzer

“Jangan karena satu orang lu generalisir semua orang padang,” kata Gus Umar.

Menurutnya, Denny Siregar tidak akan tersentuh masalah hukum jika menghina siapapun lantaran menurut Gus Umar,  Denny merupakan bagian dari rezim.

“Lu sih enak mau hina siapa saja gak pernah kesentuh hukum karena lu bagian dari rezim,” ujar Gus Umar.

Baca Juga: Denny Siregar: Masuk Surga Bukan Tuhan yang Tentukan Tapi Ormas

Kendati demikian, Gus Umar dengan tegas menyebut Denny Siregar yang ia nilai sebagai orang sombong tersebut suatu saat pasti akan mendapat karma.

“Orang sombong seperti kau pasti kena karma suatu saat,” ujarnya.

Sebelumnya, Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter mengomentari soal pemaksaan jilbab terhadap seorang siswi SMKN 2 Padang yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Dalam cuitannya itu, Denny mengungkapkan pemaksaan pemakaian jilbab terhadap siswi SMKN di Padang ternyata sudah berlangsung lama.

Namun, kata Denny Siregar, baru kasus yang menimpa seorang siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang itu yang terekspose ke publik lantaran keberanian dari orang tua siswi tersebut bersuara di media sosial.

“Ternyata pemaksaan jilbab di SMKN sudah berlangsung lama, hanya kemaren ada yang berani bersuara. Itu hanya himbauan? Pret!,” cuitnya.

Bagikan