Denny Siregar Soal Politik SBY: Kalau Ibarat Wanita, Itu Dandannya Menor

Denny Siregar Soal Politik SBY: Kalau Ibarat Wanita, Itu Dandannya Menor

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar menanggapi terkait pertanyaan Peter Gontha bahwa ia seperti tidak menyukai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Denny membuat video sebuah video dengan judul ‘kenapa saya tidak suka dengan keluarga SBY.’

Dalam video wawancara tersebut, ketika ditanya terkait apa yang membedakan antara Presiden Joko Widodo dan SBY, Denny menjawab terkait gaya berpolitik keduanya.

Denny menyoroti bahwa sikap politik SBY itu penuh pencitraan dan terlalu ‘menor’ dengan berbagai polesan.

“Pencitraan, yah. Pak SBY ini presiden yang penuh pencitraan. Yang bikin lagu, lah. Yang macem-macem lah,” ujarnya tergelak, seperti dilihat dalam video yang ditayangkan YouTube 2045 TV pada 13 Maret2021

 “Banyak polesan-polesan kosmetiknya. Kalau ibarat wanita itu, Pak BY ini, itu dandannya menor banget, yah. Di politik, gitu kan,” lanjut Denny.

Baca Juga

Lebih lanjut, Denny bahkan mengatakan bahwa politik SBY itu cenderung norak jika dipandang dari strategi marketing dan branding.

“Jadi kan aneh gitu, yah. Buat orang yang seperti saya, yang mungkin memahami trik-trik marketing atau cara branding. Apa yang dilakukan oleh Pak SBY itu terlalu menor buat saya. Malah jadi norak. Kan gitu kan,” tuturnya.

Ia membelikan contoh-contoh hal yang dilakukan SBY dalam membangun citra seperti memasang baliho hingga membuat iklan di televisi.

Seperti diketahui, dulu pemerintahan SBY terkenal dengan slogan ‘Katakan Tidak Pada Korupsi.’

“Balihonya dipasang di mana-mana. Bahkan iklan, iklan televisi lagi. ‘Katakan tidak pada korupsi.’ Itu kan buat saya norak banget, gitu. Ngapain?”

Menurut Denny, sistem anti korupsi tidak dapat dibangun dengan pencitraan melalui baliho dan iklan, melainkan melalui kerja-kerja nyata.

“Kalau memang kita pengen membangun sistem anti korupsi, ya bangun aja. Orang akan melihat hasil kerja, kok. Bukan hasil citra,” katanya.

Ia lalu membandingkan dengan kinerja Jokowi yang menurutnya lebih banyak membuktikan diri melalu kerja dan karya.

“Dan saya kagum sama Pak Jokowi pada waktu itu. Berapa banyak sih, baliho Pak Jokowi sekarang ini ada di banyak di sudut-sudut kota? Kan nggak ada. Pak Jokowi dikenal bukan karena baliho, bukan kresiden baliho, bukan presiden citra. Bahkan iklannya saja nggak ada,” ujar Denny

“Pak Jokowi ini dikenal karena kerjanya, karena hasilnya, karena karyanya. Dan itu kan lebih dalam buat orang seperti saya. Lebih punya bekas daripada sebuah citra, ngomong ‘katakan tidak pada korupsi,’ padahal korupsi, kan gitu,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.