Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menanggapi aksi yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat kunjungan ke daerah bencana di NTT.
Diketahui sebelumnya, Risma saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT dikabari memarahi salah seorang relawan yang tak bekerja.
Berbeda dengan Risma, Jokowi dikabarkan memberikan jaket kepada salah seorang warga pengungsi di NTT.
Ujang menanggapi hal ini tak berguna atau sekadar pencitraan politik yang tidak begitu membantu banyak untuk penanganan bencana alam.
“Tidak akan selesai dengan kedua hal tersebut (marah-marah dan memberikan jaket). Banyak pencitraannya,” ujar Ujang, dikutip dari Rmol, Selasa, 13 April 2021.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Menurut Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini, hal itu tidak dapat menangani banjir.
Ujang menilai sudah sebqiknya pemerintah pusat punya rencana untuk menangani bencana secara nasional.
Sehingga, kata Ujang, hal tersebut bisa diantisipasi sejak awal, bukan malah fokus ke pencitraan semata.
“Termasuk di NTT. Sehingga kejadian bencana tersebut bisa diantisipasi sejak dini,” tuturnya.
“Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Dan jika ada bencana yang tak diduga pun, bisa diselesaikan secara baik,” demikian Ujang Komarudin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
