Terkini.id – Seorang bayi tiga tahun ditemukan hidup meski terkubur dalam reruntuhan selama tiga hari setelah gempa magnitudo 6,9 menerjang Turki pada Jumat 30 Oktober 2020 lalu.
Bayi tersebut bernama Elif. Diketahui jika bayi Elif ditemukan di sebuah gedung di Kota Izmir, Turki, Senin 2 November 2020.
Mengutip unggahan Mehmet Gulluoglu, Kepala Otoritas Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), dalam sebuah cuitan di Twitternya mengatakan
Tim penyelamat menarik Elif.
Anak perempuan tersebut, keluar dari puing-puing bangunan dan membawanya ke ambulans dengan menggunakan tandu.
Para penyelamat juga berupaya mencari korban-korban lainnya di antara reruntuhan.
- Lomba Kreativitas Pemuda 2026, Langkah Strategis Bangun Fondasi Masa Depan Jeneponto
- Dari Pintu Membawa Harapan, Satgas TMMD Ke-128 dan Tenaga Medis Hadirkan Layanan Kesehatan
- Menyambung Silaturahmi, Tingkatkan Kinerja, TP PKK Jeneponto Hadiri Monev Imunisasi Zero Dose
- Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh Pesat 6,88 Persen, Diiringi Penurunan Angka Pengangguran
- Tazkiyah Tour Lepas 217 CJH, Jemaah Mendapat Dana Manfaat Belasan Juta Rupiah
Dua saudara perempuan dan satu saudara laki-laki Elif sudah terlebih dahulu ditemukan, juga dalam keadaan hidup, di bawah reruntuhan bersama ibu mereka pada Sabtu 31 Oktober 2020 lalu. Namun, salah satu anak sang ibu kemudian meninggal dunia.
“Terima kasih banyak, Tuhan. Kami telah berhasil menyelamatkan kawan kecil, Elif, dari reruntuhan apartemen,” tulis Mehmet Gulluoglu dalam sebuah cuitan di Twitter.
AFAD menyatakan korban jiwa akibat gempa itu kini bertambah menjadi 83 orang di Izmir.
Sementara itu, dua remaja dilaporkan meninggal dunia di Pulau Samos, Yunani, kata otoritas setempat.
Dikutip dari suaracom, jarinagn terkini.id berdasarkan data AFAD, sebanyak total 994 orang di wilayah Izmir mengalami luka-luka, dan sekitar 220 orang di antaranya masih menjalani perawatan.
Sekitar 20 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan apartemen di kota itu, dan pencarian terus dilanjutkan, demikian dikutip dari CNN Turki.
Lebih dari 3.500 tenda dan 13.000 ranjang telah disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara bagi para korban gempa di Turki, dan hampir 8.000 personel serta 25 anjing penyelamat dikerahkan dalam proses penyelamatan, kata AFAD.
Gempa kuat yang berpusat di perairan itu mengguncang daratan Turki dan Yunani, dan setelahnya tercatat ada hampir 1.200 kali guncangan susulan, menurut AFAD.
Bagi Turki, gempa kali ini merupakan yang paling mematikan sejak satu dekade lalu, yaitu saat gempa mengguncang Kota Van pada 2011 dan menelan korban jiwa hingga lebih dari 500 orang. Januari tahun ini, gempa di Provinsi Elazig menewaskan 41 orang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
