Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi soal pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terhadap Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus kerumuman massa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Kamis 17 Desember 2020, Rocky mengaku sepakat dengan pernyataan Ridwan Kamil terhadap Mahfud MD.
Menurutnya, Mahfud seharusnya menjelaskan secara terbuka soal kasus Rizieq Shihab kepada publik dan bukannya malah berbalas pantun.
“Saya sepakat dengan Gubernur (Ridwan Kamil) karena saya di Jawa Barat. Maka harusnya Mahfud MD terangkan secara terbuka berbalas hukum, bukan berbalas pantun,” ujar Rocky Gerung.
Rocky menilai pernyataan gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu sudah tepat lantaran meminta pihak pejabat negara, dalam hal ini Menko Polhukam ikut diperiksa dan dimintai pertanggungjawabannya terkait kasus Rizieq.
- HUT Bukit Baruga dan Bugis Waterpark Dirayakan dengan Yoga di Ruang Terbuka Hijau
- Pendaftaran Murid Baru SMKN 6 Makassar Dibuka 25 Mei 2026, Ini Jadwal Terbarunya
- Kalla Toyota Sebut Layanan dan Spare Part Jadi Faktor Utama Dominasi Pasar Otomotif
- Tinggal 8 Hari Lagi, Promo Honda Mei Vibes Asmo Sulsel Jangan Sampai Terlewat
- Jejak Politik H Paris Yasir: Menapaki Jalan Lewat Tiga Partai, Kokoh di Pucuk Pimpinan Jeneponto
Mahfud, kata Rocky, selaku pihak yang mengizinkan para pendukung Rizieq menjemput pentolan FPI itu di bandara lantas menimbulkan berbagai macam kerumunan massa ke belakangnya.
“Itu berlanjut ke berbagai macam kerumunan, dari bandara lalu Petamburan. Itu akibat diskresi yang tidak dihitung konsekuensinya,” terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi kisruh di publik terkait kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, kekisruhan itu dipicu oleh pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD.
Ridwan Kamil mengungkapkan, kisruh soal kasus Rizieq Shihab dimulai saat Mahfud MD mengizinkan sejumlah massa pendukung Rizieq untuk menjemput pentolan FPI itu di bandara setibanya di tanah air.
“Menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, dimana penjemputan HRS ini diizinkan,” kata Ridwan Kamil, Rabu 16 Desember 2020 usai menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat terkait kerumunan massa pendukung Rizieq.
Izin dari Mahfud MD itu, kata Ridwan Kamil, menimbulkan pemahaman berbeda dari ribuan pendukung Rizieq hingga menimbulkan kerumunan yang luar biasa.
“Nah, sehingga ada tafsir ini, seolah-lah diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, di Jabar, dan lain sebagainya,” tutur Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Menanggapi pernyataan Ridwan Kamil tersebut, Menko Polhukam Mahfud MD lewat cuitannya di Twitter, Rabu 16 Desember 2020, mengaku siap bertanggungjawab sesuai permintaan Ridwan Kamil tersebut.
“Siap, Kang RK. Saya bertanggungjawab,” cuit Mahfud MD.
Mahfud lewat cuitannya juga membenarkan bahwa dirinyalah yang mengizinkan HRS pulang ke Indonesia.
Menurutnya, Habib Rizieq selaku warga negara Indonesia juga punya hak untuk pulang ke tanah air.
“Saya yang umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang,” ungkap Mahfud.
Selain itu, Mahfud MD juga membenarkan pernyataan Ridwan Kamil yang menyebut bahwa dialah yang mengizinkan para pendukung Rizieq Shihab menjemput pentolan FPI itu di bandara.
“Saya juga yang mengumumkan HRS boleh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Saya juga yang minta HRS diantar sampai ke Petamburan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
