Terkini.id – Tahu karakter Luna Lovegood dari Harry Potter series?
Kalau kalian perhatikan dengan jeli, gadis Ravenclaw itu sangat suka membaca secara terbalik di beberapa scene dalam film.
Beberapa pendapat mengemukakan bahwa hal itu lantaran Luna Lovegood adalah gadis aneh nan unik.

Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya kejadian semacam itu benar-benar bisa terjadi di dunia nyata?
Dalam artian, terlepas dari alasan untuk menjadi “aneh/unik” dengan kesadaran sendiri, hal ini justru terjadi lantaran adanya kelainan otak (dan pengidapnya jelas tak punya pilihan).
- Cukup ke BK, Bareskrim Kembalikan Laporan Penggugat Pansus Hak Angket DPRD Gowa
- Digitalisasi Keuangan Jadi Strategi OJK Perkuat Daya Saing UMKM Indonesia Timur
- Mayat Perempuan Ditemukan Terbawa Arus Irigasi Di Desa Kaluku Jeneponto
- 'Women Behind The Lens' Hadirkan Ruang Temu untuk Perempuan Pecinta Fotografi di Makassar
- Pemkab Gowa Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Proyek Pengolahan Sampah Modern Senilai Rp1,3 Triliun
Lalu siapa, sih, orang yang mengidap kelainan itu?
Dia adalah Bojana Danilovic, seorang perempuan asal Serbia yang mengidap kelainan otak langka di mana hal tersebut hanya memungkinkannya untuk melihat segala sesuatu dalam kondisi terbalik.
Dilansir dari The Sun, kelainan yang diderita Bojana ini terpaksa membuat perempuan itu harus rela membaca koran, buku, dll secara terbalik. Mengisi dokumen-dokumen pekerjaan pun terbalik.
Selain itu, untuk menikmati tayangan hiburan di teve, perempuan ini juga terpaksa harus membalik tevenya.
Bahkan di rumahnya, ia memiliki teve khusus yang memang sengaja diletakkan secara terbalik, sementara anggota keluarga lainnya menonton dengan teve biasa.
Begitu pula dengan komputer, ia hanya hanya bisa mengoperasikannya jika monitornya dibalik.
“Bagi orang lain, apa yang saya lakukan terlihat luar biasa. Namun, bagi saya, semuanya normal,” ucap Bojana. “Saya lahir seperti ini. Seperti inilah saya melihat dunia,” tambahnya.
Masih dari The Sun, para pakar saraf di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan Universitas Harvard menyebutkan bahwa Bojana menderita kondisi yang disebut “fenomena orientasi spasial“.
“Mereka (para dokter) mengatakan bahwa mata saya melihat semuanya dengan normal. Namun, otak saya menolak dan menggantinya. Para dokter pun tak mengetahui mengapa ini bisa terjadi. Seakan itu terjadi begitu saja di otak saya,” jelas Bojana.
“Dokter mengatakan pernah membaca teori soal kondisi ini. Namun, mereka belum pernah menemukan kasus seperti saya,” tutupnya.
Meskipun kelainan yang dialami Bojana sudah memiliki kategori tertentu, nyatanya para ilmuwan masih tetap kebingungan menelusuri mekanisme dan penyebabnya.
Memang beberapa orang diketahui mengalami kelainan serupa, tetapi menurut pengakuan Bojana di atas, dokter yang memeriksa bahkan belum pernah menemui kasus seunik dirinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
