Setop Gunakan Batu Bara, Dirjen Ketenagalistrikan Sebut Tidak Terima Usulan PLTU Baru

Terkini.id, Jakarta – Indonesia sedang menuju green energy atau energi hijau saat ini. Kedepannya, sumber-sumber energi fosil akan dikurangi dan digantikan dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Misalnya dari tenaga angin, tenaga surya, tenaga air sampai tenaga panas bumi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa ke depannya akan memberhentikan penggunaan batu bara di Indonesia.

“Turunan batu bara nanti setop, Nggak boleh lagi karena listrik hijau. Ganti ke matahari, angin, air dan geothermal,” jelas dia dalam acara Orasi Ilmiah ‘Globalization And Digitalization: Strategi BUMN Pasca Pandemi’ yang digelar Universitas Brawijaya, Sabtu 27 Makassar 2021.

Baca Juga: Demokrat Prihatin: Kita Begitu Melimpah Batu Bara, Tapi Cadangan Untuk...

Selanjutnya, Erick mengatakan bahwa akan produksi metanol. Sebab, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor metanol untuk memenuhi kebutuhan.

Seperti yang diketahui bahwa pemerintah saat ini sudah mulai mengurangi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sebaab Indonesia sudah mencanangkan untuk pensiun menggunakan PLTU.

Baca Juga: Kelompok Relawan Indonesia Moeda Deklarasikan Erick Thohir Capres 2024

Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan bahwa pemerintah tidak lagi menerima usulan PLTU baru. Sementara itu, untuk PLTU yang akan habis kontraknya saat ini tidak akan lagi diperpanjang.

“Kita tidak lagi terima usulan PLTU baru. Keduanya, yang habis kontraknya pun kita pastikan tidak diperpanjang,” kata Rida, dilansir dari Detikcom.

Namun, menurut Rida, bagi PLTU yang kontraknya saat ini sedang berjalan ataupun yang konstruksinya sedang berjalan akan tetap dilanjutkan. Tapi dengan catatan, tidak ada lagi perpanjangan kontrak untuk PLTU.

Baca Juga: Kelompok Relawan Indonesia Moeda Deklarasikan Erick Thohir Capres 2024

“Tapi kok masih ada PLTU? Itu kontrak yang sudah berjalan dan sedang konstruksi. Kami pemerintah ini tidak mau dicap sebagai negara yang sewenang-wenang putus kontrak,” ucapnya.

Bagikan