Terkini, Maros – Kegiatan Silaturahmi Wilayah (Silakwil) yang digelar oleh Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS) bersama Lembaga Kesehatan Masjid DPW BKPRMI ditutup dengan kegiatan Tausiyah dan Dzikir jelang Buka Puasa.
Kegiatan penutup ini berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Bupati Maros, dengan mengangkat tema “Menata Keluarga Sakinah Menuju Kemenangan Ramadhan”.

Tausiyah disampaikan oleh Ustadzah Murniati Daeng Matarring, S.Ag., yang menekankan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan pendidikan bagi umat Islam, khususnya dalam mendisiplinkan manajemen rumah tangga.
Menurutnya, pendidikan Ramadhan dimulai dari penguatan ibadah pribadi sebagai bentuk hubungan orang tua dengan Allah SWT, hingga peran orang tua dalam membimbing anak-anak agar disiplin dalam ibadah mahdah maupun ghairu mahdah.

“Ramadhan adalah momentum membentuk karakter keluarga. Ketika orang tua mampu menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak, maka nilai-nilai Ramadhan akan tertanam kuat pada anak-anak,” tutur Wadirnas Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah DPP BKPRMI dalam tausiyahnya.
- Gojek Gelar Pelatihan Sosial Media di Unhas, Hadirkan Influencer Makassar
- Special Screening Badut Gendong di Makassar Dipenuhi Teriakan Penonton
- Calon Peserta Didik SMKN 6 Makassar Lakukan Tes Kesehatan Jelang SPMB 2026
- Akhir Masa Pengabdian, TMMD ke-128 Jeneponto Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diserahkan ke Pemda
- Asmo Sulsel Kembali Gelar Technical Skill Contest 2026, Cari Mekanik dan Service Advisor Terbaik
Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, ST., MM., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi LPKS dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman.
“Melalui Silakwil dan tausiyah Ramadhan ini, BKPRMI ingin menegaskan bahwa keluarga adalah pusat peradaban. Jika keluarga tertata dengan baik, sakinah, dan berlandaskan iman, maka Insya Allah masyarakat dan bangsa juga akan.

Asri Said, menambahkan bahwa peran Remaja Masjid tidak boleh terbatas pada aktivitas keagamaan di lingkungan masjid semata, tetapi harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Remaja Masjid harus menjadi motor penggerak, bukan hanya di masjid tetapi sampai ke lingkungan masyarakat. Kita ingin mereka hadir sebagai pelopor perubahan, termasuk dalam membangun pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Direktur Wilayah LKM BKPRMI Sulawesi Selatan, Dr. Asriadi Ali, menegaskan bahwa LKM BKPRMI siap mengambil peran strategis dalam penguatan program kesehatan masyarakat berbasis masjid di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
