Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP Ruhut Sitompul menyindir deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jend (Purn) Gatot Nurmantyo, soal calon presiden (Capres).
Lewat cuitannya di akun Twitter miliknya, Ruhut Sitompul mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak pernah melarang siapapun menjadi calon presiden.
“Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri tdk pernah melarang siapapun menjadi Calon Presiden,” cuit Ruhut Sitompul dilihat dari unggahannya di Twitter, Rabu, 2 September 2020.
Namun, kata Ruhut, yang dikatakan Megawati soal calon presiden yakni harus sesuai undang-undang yang berlaku.
Menurutnya, berdasarkan perundangan-undangan seseorang yang ingin mencalonkan diri menjadi Capres harus didukung Partai Politik.
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
- OJK Sulselbar Pacu Akselerasi Akses Keuangan Sektor Kakao di Sulawesi
Dalam cuitannya terkait hal itu, Ruhut Sitompol juga menyinggung nama Gatot.
“Yg Ibu Megawati katakan harus sesuai perundang undangan yg berlaku dasar hukumnya harus didukung Partai Politik kok Refly sewot malu nie ye 2X Komut BUMN “gatot” MERDEKA,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut banyak tokoh dalam gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ingin menjadi presiden.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu, 26 Agustus 2020.
“Ada orang kan yang membentuk KAMI, itu KAMI. Di situ kayaknya banyak banyak banget yang kepengin jadi presiden,” ujar Megawati.
Menanggapi ucapan Megawati tersebut, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan menyambut baik respons yang diberikan Megawati atas kemunculan gerakan KAMI.
“Pertama, KAMI tentunya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bu Mega, merespons, menanggapi, apa pun bentuk respons dan tanggapan beliau,” kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani kepada awak media, Rabu, 26 Agustus 2020.
Kendati demikian, Yani membantah dengan tegas ucapan Megawati tersebut. Ia mengungkapkan, tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI tidak mempunyai niatan untuk jadi presiden.
“Yang pertama, tentu kita tidak dalam berpikir seperti itu (ingin jadi presiden), kalau bicara presiden-presiden itu kan bicara masalah 2024, kalau berdasarkan kalendar politik,” kata Yani.
“Kita yang gabung di sini berbagai macam komponen, kelompok, lintas agama, lintas profesi, berkomitmen betul dalam rangka menyelamatkan bangsa,” sambungnya.
Menurutnya, keinginan untuk menjadi presiden merupakan bagian dari politik rendah.
Maka dari itu, Yani menegaskan bahwa tak satu pun tokoh di KAMI yang ingin jadi presiden.
“Nggak, nggak ada (ingin jadi presiden), kalau presiden itu adalah masih politik rendah. Politik jabatan, politik kekuasaan, kalau kita politik moral,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
