Makassar Terkini
Masuk

Gatot Nurmantyo Dituding Suplai Dana Saat Deklarasi, KAMI: Satu Rupiah pun Tidak

Terkini.id, Jakarta – Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani menjawab tudingan yang beredar di publik yang menyebut bahwa Jend (Purn) Gatot Nurmantyo menyuplai dana untuk deklarasi KAMI.

Ahmad mengungkapkan, tak sepeserpun Gatot Nurmantyo menggelontorkan uang di acara deklarasi KAMI yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada 18 Agustus 2020, kemarin.

Ia pun menegaskan bahwa inisiator KAMI seperti pak Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo tidak mengeluarkan uang.

“Saya mau ketawa ini. Tidak ada, bahkan satu rupiah pun Pak Gatot tidak mengeluarkan uang,” kata Ahmad dikutip dari merdekacom, Rabu, 19 Agustus 2020.

Ahmad menjelaskan, pihaknya dalam menggelar deklarasi tersebut tidak banyak mengeluarkan uang.

Ahmad mengatakan, dalam deklarasi itu tidak sampai mengeluarkan dana puluhan juta karena pihaknya hanya menyewa tenda-kursi.

Dana sewa tenda-kursi tersebut, kata Ahmad, berasal dari iuran anggota KAMI.

“Itu uang itu iuran dan partisipasi kita masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam deklarasi KAMI tersebut hadir Mantan Panglima TNI Jend (Purn) Gatot Nurmantyo.

Gatot mengeluarkan berbagai pernyataan keras dan kontroversial dalam aksi deklarasi tersebut.

Ia berbicara kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan.

“Kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab,” kata Gatot.

Sama halnya dengan Rocky Gerung, lewat akun Twitter, deklarator KAMI Din Syamsuddin juga memosting poster yang bertuliskan pernyataan keras dari Gatot Nurmantyo.

“Bersama gerakan KAMI, mari hancurkan pemerintahan oligarki ini. Sudah saatnya rakyat mengambil alih,” ujar Gatot dalam poster tersebut.

Saat menghadiri deklarasi KAMI, Gatot juga menyinggung permasalahan biologis yang saat ini tengah terjadi di Indonesia, yakni pandemi COVID-19.

Dia menyebutkan, penanganan pemerintah terlihat menggampangkan pandemi itu, bahkan lebih fokus kepada kepentingan lain.

Selain itu, Gatot juga menekankan bahwa dia hadir dalam acara deklarasi KAMI atas nama pribadi.

Ia pun mengaku siap bertanggung jawab apabila ada implikasi hukum dari acara tersebut.

“Sebagai inisiator, Prof Rachmad Wahab, Bachtiar Hamzah, MS Kaban, dan lainnya saya tekan di sini sejak pembukaan dalam acara sampai penutupan nanti apabila ada hal-hal berkaitan berdasarkan hukum maka keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi Gatot Nurmantyo,” tegas Gatot Nurmantyo.