Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang mengaku menemukan minyak goreng yang harganya sampai Rp90 ribu per liter.
Eko Kuntadhi menyindir bahwa Ibas mungkin salah mengira minyak goreng dengan barang lain, misalnya bir.
“Emang sih, minyak goreng sama bir warnanya gak jauh beda. Cuma bir ada busanya,” kata Eko Kuntadhi melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 10 Maret 2022.
Bagi Host Cokro TV ini, tidak masuk akal ada orang yang mau membeli minyak goreng seharga Rp90 ribu per liter.
“Siapa juga yang mau beli minyak goreng Rp90 ribu seliter?” kata Eko Kuntadhi.
- Ibas Dicurigai Usai Salurkan 16 Ribu Liter Minyak Goreng, Ruhut Sindir: Senjata Makan Tuan
- Sindir Ibas, YM: Masyarakat Lagi Susah Nyari Minyak Goreng, eh Ternyata Ada Politisi yang Punya Ton-tonan Buat Pencitraan
- Sindir Ibas, Chusnul: Pencitraan di Atas Penderitaan Rakyat, tapi Tanpa Malu Teriak Koalisi dengan Rakyat
- Sindir Hasto, Andi Arief: Lawan Mas Ibas di Dapil 7 Jatim Saja Terjungkal dan Gagal ke Senayan
- Ibas Mengaku Tak Tega Lihat Rakyat Masih Menderita: Tolong Perhatikan Masyarakat
“Mungkin minyak dari bunga matahari kali. Atau minyak khusus buat pijet,” sambungnya.
Bersama pernyataannya, Eko Kuntadhi membagikan berita bejudul “Ibas Yudhoyono Temukan Harga Minyak Rp90 Ribu Per Liter”.
Dilansir dari Detik, Ibas mengungkap keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng dan bahan pokok lainnya.
Anggota Komisi VI DPR menemukan keluhan tersebut saat mengunjungi dapilnya di masa reses.
“Ini adalah realitas kejadian yang kita temui di Kabupaten Ngawi ketika kami melakukan reses DPR RI. Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng,” kata Ibas pada Rabu, 9 Maret 2022.
Ibas lantas melakukan kegiatan dengan menjual 16 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga Rp11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Ia merasa heran denga kebijakan HET yang telah ditentukan pemerintah tidak terealisasikan dengan baik.
Pasalnya, ia bahkan menemukan masih adanya harga minyak seharga Rp90.000 per liter.
“Akan tetapi, realitasnya masyarakat masih harus membeli minyak goreng dengan harga yang lebih dari itu, bisa sampai 20 ribu hingga 30 ribu, bahkan ada yang sampai 90 ribu per liter. Kenaikan harga bahan pokok ini tentu menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Ibas pun mendorong pemerintah pusat dan daerah hingga dinas terkait tanggap menangani kelangkaan minyak tanah ini.
Ia juga memastikan akan terus menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah agar persoalan minyak goreng menemukan solusi.
“Saya menyambut baik atas segala aksi nyata para produsen, pemerintah pusat dan daerah dalam menyikapi tantangan ini. Kami sebagai wakil rakyat akan terus menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah untuk dicarikan solusi cepat dan terbaiknya,” kata Ibas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
